selalu.id - Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya sempat mengalami kondisi kritis untuk stok darah golongan O pada Kamis (8/1/2026). Namun, berkat respon cepat dari kepolisian dan antusiasme warga Surabaya, stok darah kini mulai teratasi.
Baca juga: PMI Surabaya Gelar Bulan Dana, Perkuat Solidaritas hingga Kepedulian Sosial
Kepala UDD PMI Surabaya, dr. Martono, mengungkapkan bahwa pihaknya sempat mengumumkan status "Urgent" karena menipisnya persediaan darah golongan O yang sangat dibutuhkan pasien.
"Ya, memang stok sempat kritis. Namun alhamdulillah, respon masyarakat luar biasa. Tadi pagi Bapak sudah terima rombongan dari Polda sebanyak 300 orang yang mendonorkan darahnya," ujar dr. Martono.
Baca juga: PMI Surabaya Beri Bantuan bagi Warga Terdampak Kebakaran di Kupang Segunting
Tak hanya dari unsur kepolisian, sosialisasi masif mengenai kekurangan stok darah ini langsung memancing simpati warga Kota Pahlawan. Sejak pagi hingga siang, masyarakat tampak berbondong-bondong mendatangi markas PMI Surabaya di Jalan Embong Ploso untuk menyumbangkan darahnya. Banyaknya pendonor ini membuktikan tingginya solidaritas warga Surabaya kepada sesamanya.
Untuk memecah antrean dan mempermudah akses masyarakat, PMI Surabaya juga melakukan strategi "jemput bola". Berdasarkan jadwal Mobile Unit hari ini, bus donor darah disebar ke beberapa titik strategis.
Baca juga: Klinik CPMI RSD Balung Jember Diresmikan, Solusi Baru bagi Calon Pekerja Migran
"Selain di kantor pusat (Embong Ploso), kami juga kerahkan unit mobile ke lokasi umum seperti di Bus Taman Bungkul, serta instansi internal di SMAN 9 Surabaya dan PT. Mustika Dharmajaya di Rungkut Industri," pungkas dr. Martono.
Editor : Ading