Senin, 20 Jul 2026 11:53 WIB

Klinik CPMI RSD Balung Jember Diresmikan, Solusi Baru bagi Calon Pekerja Migran

Bupati Jember Muhammad fawait saat meresmikan Klinik CPMI di RSD Balung. (Foto: Nurul/selalu.id).
Bupati Jember Muhammad fawait saat meresmikan Klinik CPMI di RSD Balung. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus berupaya meningkatkan layanan bagi calon pekerja migran dengan meresmikan Klinik CPMI di RSD Balung, Senin (27/4/2026).

Peresmian ini dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait.

Baca Juga: Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Kehadiran klinik tersebut menjadi langkah konkret untuk mempermudah proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

Sebelumnya, warga Jember harus pergi ke sejumlah kota seperti Surabaya, Malang, hingga Banyuwangi untuk mengurus persyaratan keberangkatan.

Kini, berbagai layanan tersebut dapat diakses lebih dekat di wilayah Jember, sehingga memangkas waktu, biaya, serta prosedur yang sebelumnya cukup panjang.

Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan pentingnya perhatian terhadap pekerja migran yang selama ini memiliki kontribusi besar bagi negara.

“Pekerja migran adalah pahlawan devisa. Sudah seharusnya negara hadir untuk memastikan proses mereka berjalan mudah, aman, dan sesuai aturan,” katanya.

Selain mempermudah akses, keberadaan Klinik CPMI ini diharapkan dapat menekan praktik keberangkatan ilegal.

Selama ini, keterbatasan layanan kerap menjadi alasan masyarakat memilih jalur non-prosedural yang berisiko tinggi.

Baca Juga: Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

Dari sisi biaya, kebijakan baru ini juga memberikan keringanan signifikan.

Tarif medical check-up yang sebelumnya mencapai Rp750 ribu kini diturunkan menjadi Rp450 ribu, menjadikannya salah satu yang paling terjangkau di Jawa Timur.

Langkah ini disambut positif oleh masyarakat, terutama calon pekerja migran yang selama ini terbebani biaya tinggi dalam proses persiapan keberangkatan.

Tak hanya fokus pada layanan CPMI, pemerintah daerah juga menyoroti peningkatan kualitas RSD Balung.

Baca Juga: Dari Beasiswa Rp59 Miliar hingga Sekolah Rakyat, Langkah Pemkab Jember Dongkrak Kualitas Pendidikan

Penambahan dokter spesialis serta pengaturan jam layanan rawat jalan dinilai mampu meningkatkan kenyamanan pasien sekaligus mengurangi antrean.

Bupati Fawait pun mendorong pihak rumah sakit untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik.

“Kami berharap RSD Balung terus berkembang dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin beragam,” jelasnya.

Dengan hadirnya Klinik CPMI ini, diharapkan masyarakat Jember memiliki akses yang lebih mudah, cepat, dan aman untuk bekerja ke luar negeri tanpa harus melalui jalur ilegal.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.