Kamis, 03 Sep 2026 17:13 WIB

Klinik CPMI RSD Balung Jember Diresmikan, Solusi Baru bagi Calon Pekerja Migran

Bupati Jember Muhammad fawait saat meresmikan Klinik CPMI di RSD Balung. (Foto: Nurul/selalu.id).
Bupati Jember Muhammad fawait saat meresmikan Klinik CPMI di RSD Balung. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus berupaya meningkatkan layanan bagi calon pekerja migran dengan meresmikan Klinik CPMI di RSD Balung, Senin (27/4/2026).

Peresmian ini dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait.

Baca Juga: Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Kehadiran klinik tersebut menjadi langkah konkret untuk mempermudah proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

Sebelumnya, warga Jember harus pergi ke sejumlah kota seperti Surabaya, Malang, hingga Banyuwangi untuk mengurus persyaratan keberangkatan.

Kini, berbagai layanan tersebut dapat diakses lebih dekat di wilayah Jember, sehingga memangkas waktu, biaya, serta prosedur yang sebelumnya cukup panjang.

Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan pentingnya perhatian terhadap pekerja migran yang selama ini memiliki kontribusi besar bagi negara.

“Pekerja migran adalah pahlawan devisa. Sudah seharusnya negara hadir untuk memastikan proses mereka berjalan mudah, aman, dan sesuai aturan,” katanya.

Selain mempermudah akses, keberadaan Klinik CPMI ini diharapkan dapat menekan praktik keberangkatan ilegal.

Selama ini, keterbatasan layanan kerap menjadi alasan masyarakat memilih jalur non-prosedural yang berisiko tinggi.

Baca Juga: Pemkab Jember Fokuskan APBD 2026 untuk Kesehatan hingga Pendidikan 

Dari sisi biaya, kebijakan baru ini juga memberikan keringanan signifikan.

Tarif medical check-up yang sebelumnya mencapai Rp750 ribu kini diturunkan menjadi Rp450 ribu, menjadikannya salah satu yang paling terjangkau di Jawa Timur.

Langkah ini disambut positif oleh masyarakat, terutama calon pekerja migran yang selama ini terbebani biaya tinggi dalam proses persiapan keberangkatan.

Tak hanya fokus pada layanan CPMI, pemerintah daerah juga menyoroti peningkatan kualitas RSD Balung.

Baca Juga: Cerita Manis Riezda Indo Dairy, Berdayakan Warga Lokal Lewat Peternakan Sapi Perah

Penambahan dokter spesialis serta pengaturan jam layanan rawat jalan dinilai mampu meningkatkan kenyamanan pasien sekaligus mengurangi antrean.

Bupati Fawait pun mendorong pihak rumah sakit untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik.

“Kami berharap RSD Balung terus berkembang dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin beragam,” jelasnya.

Dengan hadirnya Klinik CPMI ini, diharapkan masyarakat Jember memiliki akses yang lebih mudah, cepat, dan aman untuk bekerja ke luar negeri tanpa harus melalui jalur ilegal.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Majelis hakim dijadwalkan bakal memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV pada persidangan pekan depan guna mencocokkan fakta lapangan.