Prarekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi UMM Digelar Besok, Motif Belum Terungkap

Reporter : Dony Maulana

selalu.id – Polda Jawa Timur menjadwalkan pelaksanaan prarekonstruksi dalam kasus pembunuhan Faradila Amelia Najwa, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang melibatkan oknum anggota kepolisian.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengatakan prarekonstruksi akan digelar besok untuk menelusuri kembali rangkaian peristiwa, termasuk cara eksekusi dan proses pemindahan jasad korban.

Baca juga: Kasus Mutilasi di Surabaya, Alvi Maulana Didakwa Pembunuhan Berencana

“Besok rencana kita melakukan praktek konstruksi. Kita cek relokasi terkait eksekusinya dan cara mereka melakukannya, juga ide siapa yang membuang jasad ke sungai,” ujar AKBP Jumhur kepada awak media di Gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Senin (22/12/2025).

Ia menyebutkan, penyidik saat ini masih melakukan pendalaman karena terdapat perbedaan keterangan antara dua tersangka. Dalam perkara ini, Bripka Agus Sulaiman, anggota Intelkam Polsek Krucil Polres Probolinggo, telah ditetapkan sebagai tersangka.

Perbuatan tersebut tidak dilakukan seorang diri. Polisi juga menetapkan Suyitno, teman masa kecil tersangka utama, sebagai tersangka pendamping. Suyitno ditangkap pada Kamis (18/12) di wilayah Probolinggo setelah sempat melarikan diri selama tiga hari dan berpindah-pindah lokasi dari Lumajang hingga Pamekasan.

Baca juga: Palu dan DVR Disita dari Rumah Bripka AS, Barang Bukti Pembunuhan Mahasiswi UMM

Terkait motif pembunuhan, AKBP Jumhur menegaskan penyidik masih melakukan pendalaman dan konfrontasi untuk menyelaraskan keterangan para tersangka.

“Motifnya masih kita dalami karena masih ada perbedaan keterangan, kita cross check. Kita juga sudah melakukan pemeriksaan pada teman-teman kuliah korban dan ibunya untuk menyambungkan semua informasi,” katanya.

Baca juga: Paman Korban Mahasiswi UMM Desak Penegak Hukum Terapkan Hukuman Mati

Ia mengakui terdapat dugaan awal terkait motif sakit hati maupun kepentingan harta, namun belum dapat disimpulkan secara pasti. Soal kondisi korban, penyidik menemukan dugaan pencekikan berdasarkan adanya luka memar di leher korban. Namun penyebab kematian secara detail masih menunggu hasil pendalaman lanjutan.

“Perkembangan selanjutnya akan saya sampaikan, mungkin nanti Pak Kabidhumas yang menyampaikan hasil rekonstruksi besok,” pungkasnya.

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru