selalu.id - Pengamat politik menanggapi positif sikap marah-marah Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi kepada bahawanya terkait tidak pekanya dengan kondisi masyarakat Surabaya.
Pengamat Politik dari Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdus Salam mengatakan bahwa yang dilakukan Wali Kota Eri itu dalam mengecek langsung warganya, merupakan komitmen, dan memberi empati kepada warga yang belum beruntung.
Baca juga: Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia
"Itu merupakan empatinya sebagai pemimpin, pak Eri ingin pejabat bawahannya untuk betul-betul serius mengurus warganya," kata Surokim saat dihubungi selalu.id, Selasa (22/2/2022).
Menurut Surokim, dalam video tersebut itu bukan sebuah ancaman. Akan tetapi, itu hanya pelajaran kepada pejabat Pemerintah Kota Surabaya betapa pentingnya menjadi pemimpin yang berempati kepada rakyatnya.
"Kalau saya sih tidak melihat Ia (Wali Kota Eri) marah-marahnya, karena saya lihat itu bukan drama, untuk saya lihat sih dia tulus dalam hatinya pak Eri,"ungkapnya.
Baca juga: Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak
Surokim juga menjelaskan, mestinya hal ini harus direspon oleh pejabat-pejabat Pemkot. Sehingga hal ini bisa menghadirkan kepimpinan empati, dan mengayomi. Hal tersebut bisa membuat penggerakkan birokrasi Pemkot.
"Karena saya tahu pak Eri tipe orang yang ingin Pemkot bergerak ya. Dekat dengan rakyatnya yang kurang beruntung, saya kira itu pesan positif yang saya lihat lewat video itu,"ujarnya.
"Pak Eri sedang mempraktekkan kepimpinan mengayomi, dan rasa empatik, sehingga pejabat dibawahnya harus belajar untuk bisa begitu juga,"kata Surokim.
Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
Surokim menambahkan, permasalahan pemimpin saat ini cukup berat dengan adanya pandemi Covid-19, hanya pemimpin yang bermental kuat dapat menghadapi dan tetap mementingkan masyarakat.
"Tapi dengan semangat menguatkan seperti itu, maka harapan masyarakat itu akan tumbuh,"terangnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi