UKIM dan Ekosistem Halal Jadi Agenda Awal DMI Jatim

Reporter : Dony Maulana

selalu.id - Ketua Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia Jawa Timur KH Sudjak menyampaikan fokus tiga program utama usai dilantik beberapa pekan lalu. Program tersebut meliputi Uang Kehormatan Imam Masjid Masjid Award dan pembentukan Ekosistem Industri Halal.

 

Baca juga: Masjid Award 2025 Jatim, DMI Ungkap Deretan Peraih Penghargaan

“Kita harus bergerak bersama menjadikan DMI sebagai motor penggerak kemajuan umat di Jawa Timur,” ujarnya di Aula Islamic Centre Surabaya Jumat (5/12/2025).

 

Ia menyebut ketiga program itu ditujukan untuk meningkatkan peran masjid sebagai pusat kegiatan umat Islam.

 

Panitia pembinaan dan pengembangan masjid PW DMI Jatim menjelaskan penerima UKIM harus memiliki SK dan didaftarkan oleh takmir. Data kemudian dikumpulkan ke Pengurus Cabang kecamatan dan dipusatkan ke Pengurus Daerah kabupaten atau kota.

 

Anggaran UKIM tahun ini dari Pemprov Jawa Timur mencapai Rp 31 miliar dan diberikan kepada 12.500 imam masjid. Jumlah masjid di Jawa Timur mencapai 52.714 unit. Setiap masjid memiliki satu hingga tiga imam.

 

“Saat ini UKIM belum terjangkau semua imam namun ada harapan agar seluruh imam dapat menerima tunjangan pada tahun depan,” kata KH Sudjak.

 

Selama lima tahun kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa tercatat 53.799 penerima UKIM terdiri dari 2019 sebanyak 11.049 orang 2020 sebanyak 9.250 orang 2021 sebanyak 9.350 orang 2022 sebanyak 11.650 orang dan 2023 sebanyak 12.500 orang.

 

Ketua Umum DMI Jusuf Kalla sebelumnya menegaskan pentingnya masjid berperan dalam penguatan ekonomi umat.

 

“Kemajuan beragama kita di Indonesia tercermin dari jumlah masjid yang terus bertambah. Masjid harus berfungsi bukan hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai pusat kemajuan masyarakat,” ujarnya.

 

PW DMI Jatim diharapkan segera menjalankan ketiga program tersebut dalam bidang keagamaan sosial dan ekonomi.

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru