Kapasitas 5.000 Ekor, RPU Jeruk Lakarsantri Baru Layani 100–200 Ekor per Hari

Reporter : Ade Resty

selalu.id – Rumah Potong Unggas (RPU) Jeruk Lakarsantri menjadi salah satu fasilitas pemotongan unggas modern di Surabaya. Namun kapasitas operasional belum sesuai target.

 

Fasilitas ini diklaim mampu memotong hingga 5.000 ekor unggas per hari. Realisasi pemotongan baru di kisaran 100 sampai 200 ekor per hari.

 

RPU Jeruk Lakarsantri dikelola PT RPH Kota Surabaya Perseroda. Lokasinya berada di kawasan persawahan Jeruk, Lakarsantri yang jauh dari permukiman warga.

 

Direktur Utama PT RPH Kota Surabaya Perseroda Fajar A. Isnugroho memastikan RPU sudah beroperasi sejak Agustus 2025.

“Sudah beroperasi, sejak Agustus sudah jalan,” kata Fajar, Jumat (5/12/2025).

 

Kepala Unit RPU Jeruk Lakarsantri Sindhu menjelaskan rendahnya produksi bukan karena kurang pesanan. Permintaan luar pulau cukup tinggi, tetapi belum dapat dipenuhi karena ketiadaan Air Blast Freezer atau ABF.

“Rata-rata pemotongan masih 100–200 ekor karena tidak ada ABF. Jadi kalau potong sekarang harus langsung kirim, tidak bisa simpan stok,” jelasnya.

 

ABF adalah fasilitas pembekuan cepat bersuhu minus 40 derajat celcius. Peralatan ini dibutuhkan untuk menjaga kualitas daging unggas dalam pengiriman jarak jauh. Harga satu unit ABF berkapasitas 5 ton disebut mencapai sekitar Rp500 juta.

“Kalau pakai freezer biasa, proses beku lama dan kualitas daging bisa turun. ABF itu sangat vital,” tegasnya.

 

RPU sesekali melayani pesanan besar. Salah satunya dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang mencapai sekitar 1 ton atau setara 500 ekor unggas.

“Kapasitas mesin sebenarnya kuat. Untuk 1 ton karkas bisa selesai dalam satu jam,” ujar Sindhu.

 

Proses pemotongan disebut sudah menerapkan standar higienis. Unggas dipingsankan terlebih dahulu dengan voltase tertentu sebelum disembelih.

“Ayam harus pingsan tapi tidak boleh mati. Kita tes tiga ekor dulu, maksimal 30 detik harus bisa berdiri,” katanya.

 

Pemotongan dilakukan mulai pukul 04.00 sampai 14.00 WIB. Jika pesanan meningkat, operasional dapat dimulai pukul 02.00 WIB.

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru