selalu.id - Penjual gorengan terdampak aksi mogok pengusaha tempe dan tahu lantaran tingginya harga kedelai. Stok tahu dan tempe di pasar kosong.
Salah satu penjual gorengan tempe, Mi'an mengaku tidak menjual tempe goreng, padahal tempe goreng banyak diminati oleh pembeli. Sehingga Mi'an terpaksa harus mengosongkan tempe dari etalase jualan,
Baca juga: Massa Demo Berpakaian Serba Hitam Mulai Datang di Depan Grahadi Surabaya
"Tempenya gak ada, kosong, pembuatnya mogok katanya. Saya juga gak nyetok, kalau tahu masih ada, saya nyetok kemarin," tuturnya, saat ditemui Selau.id, Senin (21/2/2022).
Ditempat yang berbeda, Sindi, salah satu pedagang gorengan di Jalan Kampung Malang, Surabaya masih menjual tempe goreng, namun tempe tersebut adalah stok yang sudah dipersiakanya sejak kemarin.
"Ya itu sisa ini saja tempe, habis itu sudah tidak lagi, apalagi tahu, ini tinggal segitu tahunya, terus habis ini stoknya habis," ungkap Sindi.
Hal yang senada disampaikan ibu rumah tangga di Surabaya, Musrini (51) mengaku tak mendapatkan tahu dan tempe di pasar.
Baca juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan
"Saya tadi mau beli tahu tempe, tapi tidak ada, kosong kata penjualnya," ujarnya.
Sementara itu, salah satu pengusaha di Kampung Tempe Tenggelis, Ghofur, mengaku hari ini dirinya tidak produksi tempe, hanya sisa stok dua hari sebelumnya.
"Respon pelanggan kecewa, hari ini nggak ada produksi, sekarang yang di pasar juga gak ada," kata Ghofur, saat ditemui selalu.id.
Baca juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak
Ghofur mengaku kesal karena harga kedelai setiap tahun naik, Ia menceritakan bahwa sekarang teknologi semakin maju, akan tetapi para petani kedelai seharusnya diajarin oleh pemerintah untuk memproduksi.
"Kesal tiap tahun begini, dulu tahun 1986 kita bisa sembada beli kenapa sekarang ndak bisa wong teknologi lebih maju. Dinas pertanian gimana? Masa ndak bisa ngajarin petani kedelai, untuk apa belajar jauh-jauh?,"ungkapnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi