selalu.id - Tanah longsor kembali terjadi di jalur Pacet-Cangar, Dusun Pacet Selatan, Desa dan Kecamatan Pacet, pada Senin 24 November sore. Material tanah, lumpur, dan bebatuan menutup seluruh badan jalan sehingga akses terputus hingga Selasa 25 November.
Baca juga: Tiga Wisatawan dan Tujuh Motor Tercebur ke Telaga Sarangan Magetan, Begini Kronologinya
Petugas gabungan membersihkan material longsor menggunakan ekskavator. Namun jalan belum dapat dilalui kendaraan karena kondisi masih licin dan berbahaya.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan titik longsor kali ini berbeda dengan peristiwa sebelumnya. Area perbukitan dan lereng memiliki karakteristik berbeda sehingga penanganan tidak bisa sepenuhnya mengandalkan konstruksi teknis.
“Secara ilmiah, untuk memastikan semua titik rawan dilakukan intervensi geoteknik itu tidak memungkinkan secara anggaran. Maka penanganannya kami padukan antara penguatan pascakejadian dan identifikasi dini area rawan,” kata Emil.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menyesuaikan penanganan dengan upaya alami seperti peningkatan fungsi resapan dan menjaga kelestarian hutan di lokasi rawan. Dinas Kehutanan menerjunkan petugas untuk memaksimalkan tutupan vegetasi.
Baca juga: Fortuner Rem Blong di Pacet, Nyungsep di Jalur Penyelamat
“Ini digabung dengan upaya alami untuk mengurangi kerawanan longsor dengan menjaga resapan. Kelestarian hutan menjadi salah satu kunci,” ujarnya.
Setelah kondisi stabil akan dilakukan evaluasi untuk menentukan kemungkinan penguatan teknis seperti penanganan longsor sebelumnya.
Baca juga: Data Korban Elf Blong di Pacet, Seluruh Penumpang Dilarikan ke RS
“Kondisi alam, jenis tanah, dan kemiringan lereng memang menjadi faktor utama. Setelah penanganan darurat baru kami lihat apakah bisa dilakukan penguatan teknis,” terangnya.
Pemprov Jatim menyatakan komitmen untuk terus melakukan penanganan longsor secara komprehensif untuk keselamatan dan kelancaran akses masyarakat.
Editor : Ading