selalu.id – Pemerintah Kota Mojokerto menggelar Seminar Kesehatan Remaja dan Senam Bersama bertema Aku Remaja Hebat, Tubuhku Kuat, Jiwaku Sehat di Hall Prajna Wijaya, Lantai 4 Mall Pelayanan Publik Gajah Mada, Senin (10/11/2025).
Baca juga: Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit
Kegiatan yang diikuti ratusan pelajar SMP dan SMA itu dibuka langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari (Ning Ita). Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membentuk generasi muda yang unggul, berkualitas, dan tangguh menghadapi era keterbukaan informasi.
“Salah satu misi Pemerintah Kota Mojokerto dalam Panca Cita adalah mencetak SDM unggul dan berkualitas. SDM unggul dimulai dari pendidikan dan kesehatan yang baik, termasuk kesehatan fisik dan mental,” ujar Ning Ita.
Ia juga mengingatkan para pelajar agar bijak menggunakan teknologi dan media digital. Menurutnya, kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat, namun juga membawa tantangan besar bagi generasi muda.
Baca juga: Wali Kota Mojokerto Tekankan Kader Motivator jadi Penggerak Hidup Sehat
“Sekarang dunia ada di genggaman tangan. Cukup dengan smartphone, kalian bisa tahu apa saja. Tapi hati-hati, tidak semua informasi yang tersebar di internet itu benar,” katanya.
Dalam sesi diskusi, sejumlah siswa menyampaikan pandangannya tentang dampak negatif keterbukaan informasi, seperti cyber bullying, kecanduan gawai, penyebaran hoaks, penipuan daring, hingga gangguan kesehatan mental. Ning Ita mengapresiasi keberanian para siswa tersebut dan menegaskan pentingnya literasi digital agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh informasi palsu.
Baca juga: Rakernas Apeksi di Medan, Wali Kota Mojokerto: Perkuat Kolaborasi Bangun Kota Tangguh!
“Kalau belum yakin kebenarannya, jangan disebarkan. Jangan sampai salah satu dari kalian ikut menyebarkan hoaks. Itu bisa berdampak serius bahkan ada konsekuensi hukumnya,” tegasnya.
Selain motivasi dari Ning Ita, para pelajar juga mendapatkan materi dari sejumlah narasumber sebagai bekal dalam menghadapi tantangan masa depan.
Editor : Ading