selalu.id – Warga Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, digegerkan dengan penemuan 14 tumpukan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) jenis abu aluminium, Jumat (7/11/2025).
Baca juga: Susur Sungai Ngotok di TBM, Destinasi Wisata Baru Kota Mojokerto
Tumpukan limbah itu dimasukkan ke dalam puluhan hingga ratusan sak dan mengeluarkan bau menyengat. Warga yang mencium bau tersebut segera melapor ke perangkat desa, kemudian diteruskan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto.
Kepala DLH Kabupaten Mojokerto, Rachmat Suharyono, membenarkan temuan tersebut. Menurutnya, lokasi pembuangan berada di area kebun terbuka.
“Ditemukan kemarin di tempat terbuka. Kami sudah mendatangi lokasi dan menutup abu aluminium tersebut dengan terpal serta diberi garis PPLH agar efeknya tidak menyebar,” kata Rachmat, Sabtu (8/11/2025).
Baca juga: Kota Mojokerto Dipercaya Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional
Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan perangkat desa, Polres Mojokerto, dan DLH Provinsi Jawa Timur untuk langkah penanganan lebih lanjut.
“Kami meminta perangkat desa mengimbau agar warga tidak mendekat ke lokasi tumpukan tersebut. Kami juga sudah berkoordinasi dengan rekan-rekan kepolisian serta DLH Provinsi Jatim untuk langkah selanjutnya,” ujarnya.
Baca juga: Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga
Rachmat menjelaskan, limbah B3 itu diduga berasal dari Kabupaten Jombang dan dibuang ke wilayah Mojokerto.
“Kami menghubungi DLH Kabupaten Jombang dan diduga limbah tersebut dari Jombang. Selain di Mojokerto, juga ada temuan serupa di Nganjuk dan Blitar dengan jenis yang sama, abu aluminium. Senin lusa kami akan mendatangi lokasi bersama DLH Provinsi dan kepolisian,” pungkasnya.
Editor : Ading