selalu.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Mojokerto Muhammad Albarra membuka Kick Off Hari Lahir (Harlah) Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) ke-58 di Universitas KH Abdul Chalim, Kecamatan Pacet, Mojokerto.
Baca juga: Susur Sungai Ngotok di TBM, Destinasi Wisata Baru Kota Mojokerto
Acara tersebut juga dihadiri pengasuh pesantren setempat, Kiai Asep Saifuddin Chalim, dan sejumlah tokoh agama. Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah berpesan kepada kader Kopri agar istiqomah menapaki jalan keorganisasian.
"Kepada sahabat Kopri, pesan saya cuma satu istiqomah, yang kedua istiqomah, yang ketiga istiqomah, agar tidak banyak membuang waktu," ujar Gubernur Khofifah.
Ia berharap kader Kopri mampu menjadi panutan dalam menghadapi bonus demografi dan menuju Indonesia Emas 2045.
"Saya ingin sahabat Kopri bisa menyiapkan diri sebaik mungkin. Tahun 2045 itu tidak lama. Sahabat semua bisa menjadi salah satu role model bagaimana menyiapkan kepemimpinan melalui Kor-PMII Putri," katanya.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarra atau Gus Bupati turut menyampaikan pesan agar kader Kopri meneladani semangat perempuan tangguh masa Majapahit.
"Kami berharap Kopri menjadi penerus semangat para ratu Majapahit dalam wajah modern. Perempuan yang tangguh, terdidik, berjiwa sosial, dan berkomitmen terhadap keadilan," ucap Gus Bupati.
Baca juga: Kota Mojokerto Dipercaya Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional
Di Kabupaten Mojokerto, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu fokus kebijakan pemerintah daerah. Melalui program Perempuan Berkarya, Pemkab Mojokerto memberikan pelatihan dan bantuan modal usaha kepada ibu rumah tangga untuk memperkuat ekonomi keluarga.
"Beberapa kebijakan yang kami luncurkan salah satunya Perempuan Berkarya, di mana kami melibatkan IKM untuk memberi pelatihan, tidak hanya pelatihan tapi juga kami beri modal usaha untuk meningkatkan penghasilan keluarga," jelas Gus Bupati di hadapan kader PMII.
Setelah pembukaan dan peluncuran logo Harlah Kopri ke-58, Gubernur Khofifah bersama Gus Bupati meninjau Kampung Terpadu di Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, dalam rangka Kunjungan Lapang Gubernur Jatim.
Peninjauan dilakukan di beberapa titik, antara lain RTH dengan fasilitas SPAM, MCK, dan Pos Kamling, lalu area pedestrian dan zona swafoto, rumah tidak layak huni (RTLH), serta drainase lingkungan.
Baca juga: Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga
Giat peninjauan ditutup dengan pemeriksaan fasilitas sanitasi lingkungan. Pemprov Jatim dan Pemkab Mojokerto berencana menindaklanjuti hasil peninjauan dengan pembangunan dan pemeliharaan kawasan secara kolaboratif bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Rencana awal menyebutkan Pemprov Jatim menganggarkan Rp13 miliar lebih, Pemkab Mojokerto Rp2 miliar, dan Baznas Rp100 juta.
Editor : Ading