Buntut Protes Warga, Pemkot Surabaya Janjikan Perbaikan dan Maksimalkan E-Peken

Reporter : Ade Resty
Aplikasi E-Peken

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya berencana akan memperluas akses aplikasi belanja E-peken, tak hanya khusus Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga akan diakses oleh masyarakat umum.

Kepala Bidang Distribusi Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya, Devie Afrianto mengatakan, hal itu bertujuan agar semakin banyak transaksi di Toko Kelontong dan UMKM yang terdaftar di aplikasi tersebut.

Baca juga: Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

"Saat ini kami masih mantapkan dan memfasilitasi barang untuk pedagang terlebih dahulu. Pasti ke depannya akan ada pemutakhiran aplikasi, agar bisa diakses oleh masyarakat. Memang saat ini paling banyak konsumennya adalah ASN," kata Kabid Distribusi Perdagangan( Dikonpdag), Devie Afrianto, Kamis (17/2/2022).

Devie mengatakan, aplikasi tersebut akan ditambah fitur baru, salah satunya adalah transaksi cash on delivery (COD), perbaikan pembayaran dan fitur-fitur canggih lainnya.

"Langkah kedepannya pasti kami kembangkan lagi, termasuk soal pembayaran online-nya. Kami juga komunikasikan lagi dengan Bank Jatim, selaku penyedia jasa pembayaran,"ujarnya

Lebih lanjut Devie menyampaikan, pembayarannya nantinya akan menggunakan transaksi lewat QR code (QRIS) dan virtual account. Sehingga penyempurnaan aplikasi bisa mempermudah ASN atau masyarakat ketika bertransaksi.

Baca juga: Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

"Nah, yang akan kita coba nanti bisa transaksi offline, untuk memudahkan ASN dan masyarakat ketika belanja," jelasnya.

Sementara itu, saat ini transaksi E-Peken dari Januari hingga pertengahan Februari 2022, mencapai Rp 3,34 miliar. Tercatat selama sebulan penuh pada Januari 2022, total transaksinya mencapai Rp 480 juta.

"Jika dipersentase dari Januari ke pertengahan Februari, ada peningkatan sekitar 500 persen. Itu jumlah transaksi dari 5.481 ASN (Aparatur Sipil Negara) yang berbelanja di Toko Kelontong, yang terdaftar di Peken Surabaya," terang Devie.

Baca juga: Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Diberitakan sebelumnya, aplikasi E- Peken (Pemberdayaan dan Ketahanan Ekonomi Nang Suroboyo) dikeluhkan oleh warga. Akses masuk atau log in aplikasi tempat berjualan online kebutuhan pokok serta makanan tersebut susah.

Baca Juga: Aplikasi E-Peken Milik Pemkot Surabaya Bermasalah, Ini Sederet Keluhan Warga

E-Peken rintisan Pemkot Surabaya ini berfungsi untuk mempermudah transaksi antar pembeli, pedagang kelontong, koperasi, dan UMKM yang ada di Kota Surabaya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru