selalu.id – Sebuah gedung berlantai tiga yang menjadi asrama putra di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, ambruk pada Senin (29/9/2025) sore, sekitar waktu salat Asar. Insiden itu memicu kepanikan dan respons cepat, dengan puluhan ambulans segera dikerahkan ke lokasi.
Baca juga: Atap Asrama Ponpes di Situbondo Ambruk, Satu Santri Tewas dan Belasan Luka
Munir, Ketua RT 7 RW 3 Desa Buduran, menyampaikan bahwa informasi awal menunjukkan adanya aktivitas pengecoran di bagian belakang gedung sebelum robohnya bangunan. "Kejadiannya sore hari, pas waktu salat Asar. Kabarnya ada pengecoran di sana," kata Munir.
Segera setelah ambruk, diperkirakan 20 unit ambulans dikerahkan untuk mengevakuasi santri dan memberikan pertolongan pertama. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun luka-luka. Pencarian dan penyelamatan korban terus dilakukan di antara reruntuhan.
Baca juga: Usai Tragedi Tewaskan 63 Santri, Ponpes Al-Khoziny Kembali Aktifkan Kegiatan Belajar
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Subroto, membenarkan insiden ini. Ia menyatakan sedang dalam perjalanan menuju lokasi bersama Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya untuk memimpin koordinasi penanganan darurat.
Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti robohnya gedung. Prioritas saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh penghuni pondok dan mengevakuasi area reruntuhan untuk mencari kemungkinan korban yang masih tertimbun.
Baca juga: Polda Jatim Tutup Operasi DVI, 63 Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo Teridentifikasi
Kondisi di lokasi tetap tegang, dengan banyak petugas dan relawan yang berupaya membantu evakuasi.
Editor : Ading