selalu.id – Bangunan beton yang merupakan gedung asrama putra Yayasan Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo ambruk pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Peristiwa ini menimbulkan kepanikan warga dan belum diketahui secara pasti apakah ada korban jiwa.
Baca juga: Wali Kota Eri Bentuk Satgas Teknis Cek Bangunan Sekolah Setelah Plafon SMPN 60 Runtuh
Dari video amatir yang beredar, puing bangunan menumpuk dan menutup sebagian akses masuk. Beberapa warga terlihat berusaha menghindari wilayah yang rawan di sekitar bangunan. Sedangkan perempuan dan anak-anak yang tampak ketakutan.
Relawan dan petugas penyelamat dengan tim Basarnas, BPBD Sidoarjo, Polresta Sidoarjo, Kodim Sidoarjo, serta relawan masih berada di lokasi.
Baca juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah
Aries, seorang relawan, mengatakan, "Info masuk korban 10 yang terlihat dan ada sebagian belum terlihat." Petugas masih memeriksa setiap sudut reruntuhan untuk memastikan tidak ada korban yang tertimbun.
Baca juga: Plafon Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, Timpa Tiga Siswa
Kondisi lokasi menunjukkan banyak batang besi dan kayu konstruksi yang runtuh berserakan, menimbulkan risiko tambahan bagi tim penyelamat. Warga sekitar diminta menjauh untuk memudahkan evakuasi dan menghindari kecelakaan lanjutan.
Editor : Ading