selalu.id – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) meningkatkan patroli gabungan skala besar guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh wilayah provinsi.
Baca juga: Polisi Segera Periksa PPAT hingga Notaris dalam Kasus Pemalsuan Dokumen Nenek Elina
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan patroli digelar setiap hari sejak Minggu (31/8/2025) malam. Kegiatan ini melibatkan 240 personel gabungan yang menyisir 8.974 desa/kelurahan.
“Patroli skala besar ini bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat dan mencegah gangguan kamtibmas,” ujar Kombes Abast dalam keterangan pers, Senin (1/9/2025) malam.
Selain patroli, Polda Jatim juga menindak tegas aksi anarkis yang terjadi di enam daerah: Surabaya, Malang (Kota dan Kabupaten), Kediri (Kota dan Kabupaten), serta Sidoarjo. Hingga kini, 580 orang telah diamankan.
Baca juga: Kapolda Jatim Tegaskan Komitmen Dukung Reformasi Polri
Dari jumlah tersebut, 89 orang diproses hukum, 12 orang masih diperiksa, dan 479 orang dipulangkan melalui keluarga maupun LBH Surabaya.
Secara rinci, Polda Jatim mengamankan 66 orang, dengan 9 orang diproses hukum dan 57 dipulangkan. Mereka diduga terlibat aksi unjuk rasa anarkis serta pembakaran di Kantor Perwakilan Pemerintah (KPKP) Gedung Grahadi dan Mapolda Jatim.
“Polres Kediri Kota mengamankan 20 orang, dengan rincian 7 diproses hukum dan 13 dipulangkan,” jelas Kombes Abast.
Ia menegaskan, Polda Jatim berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di seluruh wilayah serta menindak tegas segala bentuk aksi anarkisme yang meresahkan masyarakat.
Editor : Ading