selalu.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meresmikan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Jambangan, Surabaya, Kamis (21/8/2025). Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang menghadirkan koperasi di 153 kelurahan.
Baca juga: 1061 KDMP Diresmikan Prabowo, 284 di antaranya Ada di Mojokerto
Menurut Zulkifli, koperasi menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan ekonomi Pancasila. Selama ini, kata dia, banyak sektor usaha yang seharusnya dimiliki rakyat justru dikuasai pengusaha besar.
“Kita tidak boleh marah, tapi harus melakukan sesuatu. Kita harus luruskan kembali sesuai dengan cita-cita kemerdekaan kita, salah satunya melalui Koperasi Merah Putih,” ujarnya.
Ia menegaskan koperasi ini bukan sekadar tempat bagi-bagi uang, melainkan wadah untuk mengubah pola pikir masyarakat. “Dulu koperasi itu bagi-bagi duit, tapi akhirnya tidak pernah berhasil. Koperasi Kelurahan ini berbeda, karena bergerak menyesuaikan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Pada tahap awal, Koperasi Merah Putih fokus pada penjualan sembako, LPG, gula, dan minyak goreng. Ke depan, koperasi akan menampung produk UMKM seperti kecap dan sambal rumahan. Zulkifli berharap koperasi ini terhubung secara nasional, sehingga produk dari Jambangan misalnya dapat dibeli koperasi lain di Indonesia.
“Harapannya koperasi ini bisa membuka lapangan kerja, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan pada akhirnya mensejahterakan masyarakat. Itulah harapan Bapak Presiden Prabowo Subianto sesuai pasal 33 UUD 1945,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan koperasi di Kota Pahlawan akan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus masuk ke sektor pariwisata.
Baca juga: Komitmen Lintas Sektor Sidoarjo dalam Perkuat Ekonomi Desa Lewat Gerai KDKMP
“Kita berfokus kepada kebutuhan dasar seperti LPG dan beras. Selain itu, juga bergerak di logistik pariwisata seperti hotel dengan menyediakan sliper, laundry, dan lainnya,” ujar Eri.
Eri yang juga Ketua Satgas Koperasi Merah Putih Surabaya menyebut, Pemkot akan menyiapkan gudang penyimpanan di lima wilayah kota dengan memanfaatkan aset pemerintah. Gudang tersebut akan menampung stok dalam jumlah besar seperti LPG.
“Pemerintah itu wajib hadir untuk masyarakat. Karena itu, gudang-gudang di Surabaya pusat, barat, timur, utara, dan selatan akan kami gunakan untuk mendukung koperasi,” tegasnya.
Baca juga: DPRD Jatim Sebut Bojonegoro Berpeluang jadi Role Model Koperasi Merah Putih
Dari sisi permodalan, Eri menyebut BPR milik Pemkot siap memberikan pinjaman dengan bunga kecil. Masyarakat juga diberi ruang menitipkan dagangan di koperasi yang nantinya dipasarkan melalui website koperasi nasional.
“Barang-barang yang diproduksi bisa dititipkan di koperasi, lalu ditampilkan di website sehingga bisa dilihat seluruh Indonesia. Inilah model koperasi berasaskan kekeluargaan,” tambahnya.
Untuk pengawasan, Eri memastikan Pemkot bersama Satgas, Dinkopumdag, dan Sekda akan mengawal perkembangan koperasi. “Tugas kami tidak hanya mengawasi, tapi memastikan omzetnya bertambah,” pungkasnya.
Editor : Ading