selalu.id – Menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Pelindo Terminal Petikemas menanam 1.500 pohon di seluruh terminal yang dikelola, mulai dari TPK Belawan di Sumatra Utara hingga TPK Merauke di Papua.
Baca juga: Arus Peti Kemas Internasional Tumbuh 11 Persen, Sinyal Kuat Pemulihan Ekonomi Nasional
Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan upaya menjaga keasrian lingkungan di area terminal peti kemas.
“Stigma bahwa pelabuhan itu kotor, kumuh, panas, dan sumber polusi tidak benar. Terminal kami kini bersih, tertata, dan asri berkat pepohonan rindang,” ujarnya, Jumat (15/8/2025).
Ia menambahkan, sebagian besar peralatan operasional seperti quay container crane dan rubber tyred gantry crane telah beralih ke tenaga listrik. Transformasi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mengurangi emisi dan memperbaiki kualitas lingkungan kerja.
Penataan juga dilakukan di luar area terminal, termasuk kampung binaan, program pengolahan sampah, dan bantuan bagi desa sekitar.
Baca juga: Dukung Fiskal Nasional, Pelindo Terminal Petikemas Catatkan Kontribusi Nasional hingga Rp1,73 T
Ketua DPC ALFI Balikpapan, Firman Tola, yang hadir di kegiatan penanaman pohon di Kaltim Kariangau Terminal (KKT), menyebut langkah ini mempercantik lingkungan sekaligus menyediakan udara bersih.
“Ini berbeda, tidak sekadar meriah dengan lomba, tetapi juga ada kepedulian terhadap keberlanjutan,” katanya.
Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Achmad Jazidie, juga mengapresiasi inisiatif ini. Unusa, kata dia, kerap berkolaborasi dengan PT Pelindo Terminal Petikemas dalam penyediaan air bersih dan pengelolaan sampah di lingkungan pesantren.
Baca juga: Jaga Kesehatan Hewan Kurban Jelang Iduladha, Begini Kolaborasi SPTP dan Pemkot Surabaya
“Saat ini kami sedang mengembangkan insinerator ramah lingkungan, termasuk menghadirkan versi mobile yang bisa berpindah lokasi, bersama PT Pelindo Terminal Petikemas,” jelasnya.
Editor : Ading