Cek Kesehatan Gratis Digelar di Sekolah, Sasar 242 Ribu Siswa Surabaya

Reporter : Ade Resty
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina

selalu.id – Sebanyak 242.110 siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Surabaya akan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) atau Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di sekolah.

Program nasional ini diluncurkan serentak pada Senin, 4 Agustus 2025, di sejumlah daerah termasuk Surabaya.

Baca juga: Kasus Pesta Gay di Surabaya, Dinkes Temukan 29 Peserta Positif HIV

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan pemkot menargetkan pemeriksaan terhadap 45 persen dari total 538.024 anak usia 7–17 tahun di Surabaya.

“Target kami 242.110 siswa, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, SLB, hingga sekolah rakyat,” jelas Nanik, Selasa (5/8/2025).

Program ini telah disosialisasikan sejak Juni hingga Juli 2025 ke seluruh sekolah, tenaga kesehatan Puskesmas, dan perangkat daerah terkait. Pemeriksaan mencakup aspek fisik dan mental sesuai jenjang usia siswa.

“Meliputi gizi, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, tekanan darah, gula darah, TBC, pendengaran, penglihatan, gigi, kesehatan jiwa, reproduksi, hingga riwayat imunisasi,” paparnya.

Pemeriksaan dilakukan di sekolah oleh tim dari Puskesmas bersama guru UKS dan guru PJOK. Jika diperlukan pemeriksaan lanjutan, siswa dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

Baca juga: Anggaran Kesehatan Timpang, Banggar Desak Fokus ke Pencegahan

Dinkes telah menyiapkan alur pelaksanaan. Sekitar tujuh hari sebelum pemeriksaan, Puskesmas akan berkoordinasi dengan sekolah. Sekolah menyebarkan informasi dan tautan kuesioner kepada orang tua.

“Dua hari sebelum pemeriksaan, petugas memeriksa isian kuesioner dan menyiapkan alat medis serta bahan habis pakai,” ujar Nanik.

Dinkes bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Kemenag, kecamatan, dan kelurahan.

“Koordinasi dengan Dindik dan Kemenag sangat penting untuk pendataan siswa dan jadwal pelaksanaan yang tidak mengganggu pelajaran utama,” katanya.

Baca juga: Kasus Meninggal karena DBD, DPRD Surabaya Desak Rumah Sakit Tak Tolak Pasien BPJS

Tenaga medis dari Puskesmas seperti dokter, perawat, bidan, dan petugas gigi dilibatkan sesuai kebutuhan. Peralatan medis standar juga telah disiapkan.

Monitoring dilakukan setiap Senin dan Jumat. Evaluasi mingguan dilakukan melalui aplikasi ASIK dan rapat dengan kepala Puskesmas.

“Guru dan wali kelas diharapkan membantu pengorganisasian, sementara orang tua mendampingi pengisian kuesioner,” pungkas Nanik.

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru