Miras Oplosan Tewaskan LC di Kediri, Dua Dirawat Intensif

Reporter : Dony Maulana

selalu.id – Satu orang meninggal dunia dan dua lainnya kritis akibat diduga keracunan minuman keras (miras) oplosan di sebuah tempat karaoke di Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Ketiga korban, yang berprofesi sebagai pemandu lagu (LC), ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri setelah mengonsumsi miras pada Jumat (1/8).

 

Baca juga: Soal Suap Rekrutmen Perangkat Desa di Kediri, Dosen HTN Sebut Dipicu Lemahnya Pengawasan

Korban meninggal dunia, IB (32) asal Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, ditemukan tak bernyawa di tempat karaoke tersebut. Dua korban lainnya, G dan H, masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU rumah sakit. Kondisi keduanya hingga kini masih kritis.

 

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, AKP Cipto Dwi Leksana, menjelaskan bahwa polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV dan sisa botol minuman keras.

 

Hasil penyelidikan awal menunjukkan para korban mengonsumsi miras dari dua sumber: miras bermerk yang disediakan tempat karaoke dan miras kemasan botol yang dibawa sendiri dari luar.

 

Baca juga: Guru Besar Ubaya Soroti Lemahnya Pengawasan Rekrutmen Perangkat Desa di Kediri

"Sampel miras dari kedua sumber tersebut telah dikirim ke laboratorium forensik untuk diuji. Kami masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan jenis dan kandungan miras yang menyebabkan keracunan. Namun, berdasarkan diagnosis dokter, indikasi awal menunjukkan keracunan alkohol," ungkap AKP Cipto, Senin (4/8/2025).

 

AKP Cipto menambahkan, ketiga korban berada di tempat karaoke untuk bernyanyi dan mengonsumsi miras bersama teman-temannya. Polisi mengimbau masyarakat Kota Kediri untuk menghindari konsumsi miras oplosan dan meningkatkan kewaspadaan.

 

Baca juga: Gila! Praktik Jual Beli Jabatan Perangkat Desa di Kediri, Satu Kades Terima Rp11,4 Miliar

Polres Kediri Kota juga akan memperketat pengawasan distribusi miras di wilayah hukumnya guna mencegah kejadian serupa terulang. Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara detail penyebab pasti dari kejadian ini.

 

 

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru