Cerita Ahmad Hidayat Soal Armuji dan Kampanye Pilgub Risma

Reporter : Ade Resty
Risma dan Armuji

selalu.id – Kader PDI Perjuangan Kota Surabaya, Achmad Hidayat, mengungkap cerita keterlibatan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, dalam kampanye Pilgub Jawa Timur yang saat itu mengusung Tri Rismaharini sebagai bakal calon gubernur.

 

Baca juga: Dorong Peningkatan Kualitas Demokrasi, PDIP Tegaskan Pedoman Nasionalisme Hadapi Geopolitik Global

Menurut Achmad, Armuji kerap menghubunginya hanya untuk menanyakan jadwal kampanye Risma di sejumlah titik di Surabaya. Namun, keterlibatan itu dinilai tidak sampai pada peran aktif dalam pengorganisasian maupun pergerakan struktural relawan.

 

“Beliau sering telepon saya, nanya, ‘Mat, Risma hari ini kampanye di mana?’. Waktu itu saya lagi di Mulyorejo, ikut senam bersama warga,” kata Achmad kepada selalu.id, Senin (21/7/2025).

 

Achmad menilai sikap Armuji saat itu lebih sebagai penonton, bukan bagian dari tim kampanye yang turun langsung ke masyarakat.

 

Ia juga mengaku pernah mendapat respons sinis dari Armuji saat dirinya gencar menyosialisasikan pasangan calon yang diusung partai.

 

“Saya turun lima titik dalam sehari, lalu beliau bilang, ‘Ngapain, Mat, turun-turun? Dewor kalah iku’. Saya kecewa karena perjuangan kami seolah tak dihargai,” ujarnya.

 

Baca juga: Kasus Kader PDIP Surabaya Berujung Laporan Polisi, Begini Curhatan Istrinya

Achmad menegaskan, aksinya bersama kader dan simpatisan turun ke masyarakat bukan demi kepentingan pribadi, tetapi untuk memperjuangkan keputusan politik partai.

 

Selain itu, Achmad menyinggung janji jabatan yang disebut pernah disampaikan Armuji usai Pilkada Surabaya 2020. Ia mengaku dijanjikan peran dalam struktur tim atau sebagai staf ahli, namun tak pernah terealisasi.

 

“Saya cuma dijadikan asisten bayangan, tidak pernah ada SK. Padahal saya ikut bantu logistik dan kampanye,” ungkapnya.

 

Baca juga: Hadiri Pelatihan TMP PDIP Surabaya, Risma Tekankan Perjuangan Kaum Muda 

Achmad menambahkan, pernyataan ini bukan bentuk pembangkangan terhadap senior, tetapi bagian dari tanggung jawab moral sebagai kader partai.

 

“Saya tidak bermaksud melawan. Tapi kalau ada yang tidak sejalan dengan nilai partai, saya merasa perlu mengingatkan,” pungkasnya.

 

 

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru