selalu.id – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur di Kelurahan Rungkut Tengah, Surabaya, tahun 2025, menuai kritik dari warga setempat. Salah satu sorotan utama adalah ketidakhadiran dosen pembimbing lapangan (DPL) selama pelaksanaan program.
Baca juga: Unej Tarik Ribuan Mahasiswa KKN dari Lumajang Akibat Kasus Curanmor
Ali Yusa, anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur, menilai KKN ini gagal menjawab kebutuhan warga. Menurutnya, mahasiswa menyusun program tanpa arahan dan riset lapangan memadai.
“DPL sama sekali tidak pernah hadir. Mahasiswa bekerja berdasarkan asumsi sendiri dan program yang dibuat tidak relevan,” kata Ali Yusa saat dihubungi selalu.id, Jumat (11/7/2025).
Beberapa kegiatan mahasiswa disebut tumpang tindih dengan program kelurahan yang sudah berjalan. Hal ini menyebabkan rendahnya partisipasi warga dalam kegiatan KKN.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Rungkut Tengah juga menyampaikan kekecewaan atas kurangnya koordinasi. Program dianggap bersifat seremonial dan minim dampak jangka panjang.
Baca juga: Hadiri Wisuda UPN Veteran Jatim, Pj. Gubernur Adhy: Perguruan Tinggi Harus Jadi Intellectual Capital
Beberapa program seperti pelatihan digitalisasi UMKM dan manajemen sampah dinilai tidak menarik karena tidak diawali pendekatan yang partisipatif.
“Tanpa dukungan dan bimbingan DPL, semangat mahasiswa menurun, bahkan beberapa kelompok mengalami konflik internal,” ujar Ali Yusa.
Baca juga: Komitmen Tak Ada Nepotisme, Ganjar Pranowo: Duit Rakyat Tak Boleh Dicopet!
Ia menilai kegagalan ini mencoreng citra UPN Veteran Jawa Timur dan bisa berdampak pada hubungan kerja sama ke depan antara kampus dan kelurahan.
“Evaluasi menyeluruh terhadap sistem penugasan dan kualitas DPL harus dilakukan. DPL berperan penting dalam keberhasilan mahasiswa dan dampak program di masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Ading