selalu.id - Sebanyak 44 pemuda diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya dalam giat Asuhan Rembulan yang digelar pada Minggu (15/6/2025) dini hari.
Mereka kedapatan melakukan dua pelanggaran serius, pesta minuman keras (miras) dan aksi vandalisme di sejumlah titik kota.
Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
Di Taman Bambu Runcing, petugas mendapati 27 pemuda tengah asyik berpesta miras. Sementara delapan orang lainnya diciduk di Jalan Simpang Dukuh dalam kondisi serupa.
“Total ada 35 pemuda yang kami amankan karena pesta miras di tiga lokasi berbeda, termasuk di Jalan Panglima Sudirman,” ungkap Kepala Satpol PP Surabaya, Achmad Zaini, Senin (16/6/2025).
Tak hanya itu, patroli malam juga menangkap sembilan pemuda pelaku vandalisme saat mereka tertangkap tangan mencoret-coret fasilitas umum di Jalan Pemuda Surabaya.
Dalam operasi ini, petugas turut menyita sejumlah barang bukti, antara lain sembilan botol miras, dua gitar, serta dua botol cat semprot yang digunakan untuk aksi vandalisme.
Setelah diamankan, ke-44 pemuda itu dibawa ke Kantor Satpol PP Surabaya untuk didata dan menjalani pemeriksaan lanjutan.
Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) juga melakukan tes urine untuk memastikan tidak ada unsur narkoba, dan hasilnya seluruhnya dinyatakan negatif.
Sebagai langkah pembinaan dan efek jera, seluruh pelanggar dijatuhi sanksi sosial berupa pembinaan di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih.
“Kami kirim mereka ke Liponsos agar mendapat pembinaan. Ini bagian dari upaya membina, bukan sekadar menghukum,” ujar Zaini.
Program Asuhan Rembulan merupakan inisiatif Pemkot Surabaya untuk menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat, terutama di malam hari.
Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Patroli dilakukan 24 jam untuk mengantisipasi berbagai aktivitas negatif seperti pesta miras, balap liar, hingga vandalisme.
Zaini menegaskan, aksi vandalisme akan menjadi fokus pengawasan, karena kerap terjadi di malam hari dan merusak wajah kota.
“Kami gencarkan patroli di titik-titik rawan. Tindakan seperti vandalisme ini harus dicegah sejak dini agar Surabaya tetap bersih dan aman,” pungkasnya.
Editor : Arif Ardianto