Senin, 03 Agu 2026 20:17 WIB

Kanker Usus Serang Gen Z, Dosen UNAIR: Gaya Hidup Buruk Jadi Biang Keladi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 19 Mei 2025 13:08 WIB
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR), dr. Annisa Zahra Mufida
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR), dr. Annisa Zahra Mufida

selalu.id – Kanker usus besar kini tak lagi menjadi penyakit yang identik dengan usia lanjut. Tren global menunjukkan peningkatan kasus Early Onset Colorectal Cancer (EOCRC), terutama pada usia di bawah 45 tahun—termasuk generasi Z.

 

Baca Juga: IKA Unair Jember Resmi Dikukuhkan, Siap Dukung Program Pemkab

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR), dr. Annisa Zahra Mufida, Sp.PD, mengungkapkan  bahwa pola hidup tidak sehat menjadi salah satu pemicu utama.

 

“Konsumsi makanan cepat saji, gula sintetis seperti fruktosa, obesitas, alkohol, rokok, serta kurang gerak merupakan faktor yang mempercepat munculnya kanker di usia muda,” jelas dr. Annisa, Senin (19/5/2025).

 

Ia menambahkan, kanker kolorektal pada usia muda cenderung lebih agresif. “Risiko penyebarannya lebih tinggi dan pengobatannya lebih sulit dibandingkan pasien usia lanjut,” ujarnya.

 

Kanker kolorektal sering muncul tanpa gejala yang jelas. Namun, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai, antara lain anemia tanpa sebab jelas, feses berdarah, diare lebih dari dua minggu, penurunan berat badan drastis, nyeri di sekitar anus, dan sembelit kronis (lebih dari tiga bulan).

 

Baca Juga: Menginspirasi Birokrasi: Sekel Surabaya Raih Gelar Doktor Lewat Riset Kelincahan Pegawai

Meski demikian, tidak semua pasien menunjukkan gejala. Inilah yang membuat banyak kasus baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut.

 

“Banyak yang masih mengira kanker hanya menyerang orang tua, sehingga keluhan kecil sering dianggap sepele,” tambahnya.

 

Langkah pencegahan bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memperbaiki pola makan, menghindari makanan cepat saji, rutin berolahraga, dan mengetahui riwayat kesehatan keluarga.

Baca Juga: Tiga Jurusan Paling Diminati di UNAIR pada UTBK 2026

 

Jika muncul gejala mencurigakan, ia menyarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan awal bisa dilakukan melalui tes feses, dan jika ditemukan darah, dilanjutkan dengan kolonoskopi untuk memastikan diagnosis.

 

“Deteksi dini bisa menyelamatkan nyawa. Jangan tunggu sampai parah baru datang ke dokter,” tegasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gagal Cari Cuan Pascabebas, Pengedar Sabu di Surabaya Kembali Masuk Bui

Kini, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya tengah memburu sosok pemasok utama berinisial ND yang disinyalir sebagai penyuplai belasan poket sabu tersebut.

Lima Jenazah Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II Berhasil Diidentifikasi

Wahono menyampaikan proses identifikasi masih terus berlangsung.

Jelang HUT RI, DPRD Surabaya Soroti Minimnya Bendera Merah Putih di Pertokoan

Komunitas Kami Anak Negeri yang menyampaikan aspirasi terkait rendahnya tingkat pemasangan bendera di sejumlah wilayah Kota Pahlawan.

Pemkab Sidoarjo Ratakan 21 Lapak di Eks Lokalisasi Krengseng, Penataan Kawasan Berlanjut

Sebelum penertiban dilaksanakan, pemerintah telah menempuh sejumlah langkah persuasif.

Pisah Sambut Kapolres Jember, Gus Fawait: Keamanan jadi Fondasi Pertumbuhan Ekonomi

Kepada AKBP Alaiddin, Gus Fawait menyampaikan ucapan selamat datang.

Penipuan Emas Online Beroperasi dari Dalam Lapas, Kerugian Capai Rp3,7 Miliar

Hingga saat ini, penyelidikan memperkirakan sedikitnya terdapat lima korban di wilayah Jawa Timur.