Sabtu, 26 Sep 2026 02:33 WIB

Kanker Usus Serang Gen Z, Dosen UNAIR: Gaya Hidup Buruk Jadi Biang Keladi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 19 Mei 2025 13:08 WIB
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR), dr. Annisa Zahra Mufida
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR), dr. Annisa Zahra Mufida

selalu.id – Kanker usus besar kini tak lagi menjadi penyakit yang identik dengan usia lanjut. Tren global menunjukkan peningkatan kasus Early Onset Colorectal Cancer (EOCRC), terutama pada usia di bawah 45 tahun—termasuk generasi Z.

 

Baca Juga: IKA Unair Jember Resmi Dikukuhkan, Siap Dukung Program Pemkab

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR), dr. Annisa Zahra Mufida, Sp.PD, mengungkapkan  bahwa pola hidup tidak sehat menjadi salah satu pemicu utama.

 

“Konsumsi makanan cepat saji, gula sintetis seperti fruktosa, obesitas, alkohol, rokok, serta kurang gerak merupakan faktor yang mempercepat munculnya kanker di usia muda,” jelas dr. Annisa, Senin (19/5/2025).

 

Ia menambahkan, kanker kolorektal pada usia muda cenderung lebih agresif. “Risiko penyebarannya lebih tinggi dan pengobatannya lebih sulit dibandingkan pasien usia lanjut,” ujarnya.

 

Kanker kolorektal sering muncul tanpa gejala yang jelas. Namun, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai, antara lain anemia tanpa sebab jelas, feses berdarah, diare lebih dari dua minggu, penurunan berat badan drastis, nyeri di sekitar anus, dan sembelit kronis (lebih dari tiga bulan).

 

Baca Juga: Menginspirasi Birokrasi: Sekel Surabaya Raih Gelar Doktor Lewat Riset Kelincahan Pegawai

Meski demikian, tidak semua pasien menunjukkan gejala. Inilah yang membuat banyak kasus baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut.

 

“Banyak yang masih mengira kanker hanya menyerang orang tua, sehingga keluhan kecil sering dianggap sepele,” tambahnya.

 

Langkah pencegahan bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memperbaiki pola makan, menghindari makanan cepat saji, rutin berolahraga, dan mengetahui riwayat kesehatan keluarga.

Baca Juga: Tiga Jurusan Paling Diminati di UNAIR pada UTBK 2026

 

Jika muncul gejala mencurigakan, ia menyarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan awal bisa dilakukan melalui tes feses, dan jika ditemukan darah, dilanjutkan dengan kolonoskopi untuk memastikan diagnosis.

 

“Deteksi dini bisa menyelamatkan nyawa. Jangan tunggu sampai parah baru datang ke dokter,” tegasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.

Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

Keluhan tersebut mengemuka setelah akun Facebook IWJ Ofisial milik Muhamad Abas mengunggah foto wadah makanan atau ompreng MBG yang dinilai kurang bersih.