Sabtu, 26 Sep 2026 02:46 WIB

Guru Banting Siswa di Surabaya, Wali Kota Eri: Beri Sanksi Terberat!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 29 Apr 2025 13:42 WIB
Guru banting siswa di turnamen futsal
Guru banting siswa di turnamen futsal

selalu.id – Insiden kekerasan yang melibatkan seorang guru saat pertandingan futsal di SMP Labschool Unesa 1 Surabaya menjadi perhatian serius Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

 

Baca Juga: Tasyakuran HUT ke-81 dengan Nobar Film Kemerdekaan, Wali Kota Eri Cahyadi jadi Aktornya

Eri menegaskan bahwa tindakan guru yang membanting siswa hingga mengalami cedera serius tidak dapat ditoleransi.

 

“Saya sudah instruksikan Dinas Pendidikan dan Inspektorat untuk menangani kasus ini secara tuntas. Guru tersebut harus diberi sanksi terberat. Apalagi, laporan ke polisi juga sudah dilakukan,” tegas Eri, Selasa (29/4/2025).

 

Menurutnya, guru seharusnya menjadi contoh kasih sayang dan pelindung bagi murid, bukan justru menjadi sumber bahaya.

 

“Guru adalah orang tua di sekolah. Segala bentuk kekerasan, apalagi terhadap anak-anak, tidak bisa ditoleransi. Terima kasih untuk semua guru yang telah mengabdi dengan baik. Namun bagi yang melanggar, harus siap menerima sanksi,” tambahnya.

 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menjelaskan bahwa pihaknya telah bertindak cepat. Guru berinisial BAZ, yang mengajar di SDN Simolawang, telah dipanggil dan dijatuhi sanksi sementara berupa larangan mengajar hingga proses pemeriksaan selesai.

Baca Juga: Wali Kota Eri Geram dengan Kinerja Camat di Tiga Kecamatan, Ini Alasannya

 

“Guru tersebut hari ini kembali kami panggil untuk pemeriksaan lanjutan. Prosesnya akan dilanjutkan oleh Inspektorat Kota Surabaya,” ungkap Yusuf.

 

Yusuf juga memastikan bahwa proses hukum tetap berjalan.

 

“Orang tua korban sudah membuat laporan di Polrestabes Surabaya. Kami serahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib untuk penanganan selanjutnya,” ujarnya.

Baca Juga: Kejati Jatim Serahkan Aduan Dugaan Pemborosan APBD Surabaya 2025 ke Inspektorat

 

Ia berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Turnamen olahraga di sekolah seharusnya menjadi ajang yang menyenangkan dan mendorong pengembangan potensi anak, bukan malah menjadi sumber trauma.

 

Sebelumnya, insiden ini terjadi pada Minggu (27/4/2025) setelah pertandingan futsal. Korban berinisial BAI, siswa MI Al Hidayah, dibanting oleh pelatih futsal SDN Simolawang, BAZ, yang juga guru di sekolah tersebut. Akibat kejadian itu, BAI mengalami retak pada tulang ekor dan harus mendapatkan perawatan medis.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.

Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

Keluhan tersebut mengemuka setelah akun Facebook IWJ Ofisial milik Muhamad Abas mengunggah foto wadah makanan atau ompreng MBG yang dinilai kurang bersih.