Rabu, 30 Sep 2026 07:29 WIB

Teteskan Air Mata, Wali Kota Eri: Malu Jika Surabaya Jadi Jelek

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 22 Apr 2025 10:29 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id — Suasana haru dan rasa syukur menyelimuti Convention Hall Surabaya, Senin (21/4/2025), saat Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menggelar acara halal bihalal bersama Purna Praja Sejahtera Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), dan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).

 

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Tak Mau Seragam Bikin Sekolah Negeri Terlihat Beda Kasta

Acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus refleksi bagi Wali Kota Eri dan jajaran struktural Pemkot Surabaya. Dalam sambutannya, Eri mengenang masa mudanya saat masih menjadi pegawai biasa di lingkungan Pemkot, dibentuk dan digembleng oleh para senior yang kini memasuki masa purna tugas.

 

“Saya ingin acara seperti ini terus ada setiap tahun. Supaya kita tidak lupa, Surabaya bisa seperti sekarang bukan hanya karena kerja hari ini, tetapi berkat perjuangan luar biasa para senior dan veteran,” ujarnya.

 

Momen mengharukan terjadi saat Eri menyanyikan lagu lawas Andaikan Kau Datang. Saat sampai pada lirik “Jawaban apa yang ‘kan kuberi?”, suaranya tercekat dan air mata menetes. Ia mengaku teringat para pembimbingnya dan membayangkan pertanyaan itu datang dari mereka tentang apa yang telah ia lakukan untuk kota ini.

 

“Saya malu kalau Surabaya sampai jadi jelek,” ucapnya. “Saya merasa punya tanggung jawab menjaga nama baik kota ini. Maka saya minta, seluruh pejabat struktural juga harus punya rasa terima kasih yang sama kepada para pendahulu.”

Baca Juga: Tasyakuran HUT ke-81 dengan Nobar Film Kemerdekaan, Wali Kota Eri Cahyadi jadi Aktornya

 

Selain mengapresiasi ASN purna tugas, Eri menyampaikan penghormatan kepada para veteran. Ia menegaskan bahwa keamanan dan kemajuan Surabaya hari ini berkat perjuangan mereka.

 

“Saya berterima kasih, Kota Surabaya bisa damai dan maju seperti sekarang karena ada yang rela berkorban, para veteran yang merebut kemerdekaan untuk kita semua,” katanya.

Baca Juga: Wali Kota Eri Geram dengan Kinerja Camat di Tiga Kecamatan, Ini Alasannya

 

Acara ditutup dengan pesan kepada seluruh jajaran Pemkot agar tidak melupakan jasa mereka yang membangun fondasi Kota Pahlawan.

 

“Tidak mungkin Surabaya bisa jadi seperti ini tanpa perjuangan panjenengan semua. Saya ucapkan terima kasih dari hati yang paling dalam,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sederet Fakta Baru Kasus Sengketa Lahan Kalisari Surabaya

Persoalan muncul karena terdapat klaim atas Persil Nomor 473 atas nama Asifah dengan luas 2.310 meter persegi yang disebut berada di lokasi lahan Pujiono.

Prabowo dan Megawati Janjian Makan Nasi Goreng, Mau Bahas Apa Ya?

Sajian nasi goreng Megawati sendiri punya rekam jejak historis dalam hubungan kedua tokoh nasional ini.

Awas! Ratusan Ton Emas Ilegal Beredar di Indonesia, Kenali Ciri-cirinya

Dari total pemetaan nasional, tercatat sedikitnya 1.221 lokasi PETI emas yang beroperasi tanpa menyetor rupiah sedikit pun ke kas negara.

Proyek Revitalisasi Sekolah di Jember Gerakkan Ekonomi Warga, Jadi Berkah dan Bahagia

Dari proyek tersebut, sekitar 5.160 tenaga kerja terlibat, dengan rincian 2.000 tukang dan 3.160 asisten tukang. Juga gerakkan ekonomi warga lainnya.

Soal Seragam Sekolah, DPRD Surabaya Minta Pemkot Kaji Pembiayaan Batik Lewat BOPDA

Ajeng mengatakan usulan terkait pengadaan seragam batik secara terpusat masih perlu dibahas lebih lanjut bersama Dispendik agar tak jadi persoalan baru.

Wamenkes Nilai Kota Mojokerto Mampu jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Menurutnya, Kota Mojokerto memiliki posisi strategis dalam penanganan TB karena selama ini turut memberikan layanan pengobatan bagi pasien dari luar wilayah.