Senin, 17 Agu 2026 00:17 WIB

Mantab! Penurunan Kemiskinan di Jawa Timur Paling Tinggi se-Indonesia

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 19 Jan 2022 16:52 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyantuni warga kurang mampu
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyantuni warga kurang mampu

selalu.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali membuktikan keberhasilannya selama hampir tiga tahun memimpin. Keberhasilan itu dibuktikan dengan penurunan angka kemiskinan Jatim yang mampu berada di posisi tertinggi se-Indonesia sepanjang periode Maret hingga September 2021.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, penurunan angka kemiskinan Provinsi Jawa Timur pada periode tersebut mencapai 313,13 ribu jiwa. Penurunan itu berhasil mengoreksi angka kemiskinan Jatim dari 4,57 juta jiwa (11,40%) menjadi 4,25 juta jiwa (10,59%) atau turun 0,81 persen.

Baca Juga: Derita Korban Kejahatan Jalanan: Tak Tercover BPJS, Orang Tua Kelimpungan

Sementara provinsi dengan penurunan kemiskinan tertinggi di bawah Jatim ialah Jawa Barat sebesar 190,48 ribu jiwa, Jawa Tengah 175,74 ribu jiwa, Lampung 76,91 ribu jiwa, Sumatera Utara 70,79 ribu jiwa, DI Yogyakarta 31,96 ribu jiwa, Sumatera Barat 30,74 ribu jiwa, Maluku 26,84 ribu jiwa, Sulawesi Tengah 23,23 ribu jiwa dan Nusa Tenggara Timur 23,03 ribu jiwa.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, dengan penurunan kemiskinan tertinggi se Indonesia, Jatim mampu berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan nasional sebesar 30,13 persen. Secara nasional, penurunan angka kemiskinan mencapai 1,03 juta jiwa dari total penduduk miskin di Indonesia mencapai 26,5 juta jiwa.

Menurut Khofifah, capaian ini patut disyukuri di tengah berbagai tekanan yang terjadi akibat gelombang kedua pandemi Covid-19. Terlebih, penurunan angka kemiskinan ini juga diikuti dengan menipisnya disparitas angka kemiskinan di perkotaan dan pedesaan. Di perdesaan, penurunan angka kemiskinan terjadi dari 15,05 persen menjadi 13,79 persen atau terkoreksi minus 1,26 poin. Sedangkan di perkotaan, angka kemiskinan turun dari 8,38 persen menjadi 7,99 persen atau terkoreksi minus 0,39 persen.

Baca Juga: Kunjungi Lahan Terdampak Kekeringan di Gresik, Mentan Amran Tawarkan Solusi Gak Pake Ribet

"Penurunan angka kemisikinan di perkotaan ini patut kita syukuri bersama. Sebab, tahun lalu mulai Maret 2020 sampai Maret 2021 angka kemiskinan di perkotaan ini terus mengalami peningkatan meski kemiskinan di perdesaan sempat mengalami penurunan," tutur Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Rabu (19/1/2022).

Dengan penurunan angka kemiskinan di perdesaan dan perkotaan, Gubernur Khofifah menegaskan, disparitas angka kemiskinan pun semakin mengecil antara keduanya. Yakni turun dari 6,67 persen pada Maret 2021 menjadi 5,8 persen pada September 2021.

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan, penurunan angka kemiskinan di Jatim juga diikuti dengan penurunan indeks kedalaman kemiskinan (P1) kemiskinan dari 1,841 pada Maret 2021 menjadi 1,576 pada September 2021. Sedangkan indeks keparahan (P2) kemiskinan turun dari 0,429 pada Maret 2021 menjadi 0,327 pada September 2021.

Baca Juga: Mantan Cak dan Ning Surabaya Diduga Terseret Kasus Aborsi, Begini Jawaban Pemkot

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu juga menjelaskan, penurunan angka kemiskinan juga selaras dengan menurunnya ketimpangan berdasarkan indeks gini ratio. Pada periode yang sama, gini ratio Jatim turun 0,010 poin dari 0,374 menjadi 0,364. Seperti halnya angka kemiskinan, gini ratio di perdesaan dan perkotaan juga sama-sama mengalami penurunan. Gini ratio di perkotaan turun dari 0,387 persen menjadi 0,379 persen. Sedangkan gini ratio di perdesaan menurun dari 0,324 persen menjadi 0,319 persen.

"Capaian yang telah baik ini harus terus diikhtiari dengan sungguh-sungguh untuk mengupayakan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sehingga, gini ratio akan terus menipis dan mengurangi ketimpangan pengeluaran masyarakat," pungkas Khofifah. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hadapi Tantangan Zaman, Pemuda Pakis Gang 2 Surabaya Siap Jadi Tuan dan Nyonya di Rumah Sendiri

Farel- sapaan akbrab Rasieka Tabina Farel menilai, keberadaan pemuda di kampung tidak hanya sebatas menjadi pelaksana kegiatan sosial.

Fenomena Sound Horeg di Sidoarjo: Dari Swadaya Puluhan Juta hingga Ujian Ketertiban

Di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, misalnya, sembilan armada sound horeg turut memeriahkan kegiatan hiburan tahun ini.

Bantu Pemadaman Karhutla Bromo, Kepala DPKP Surabaya: Kemanusiaan Tidak Punya Sekat Wilayah Administratif

Bantuan serupa juga pernah diberikan saat kebakaran pabrik kertas PT Sun Paper Source di Mojokerto, juga kebakaran di kawasan Ranu Pane, Lumajang.

Mau Jadikan Rumah di Surabaya untuk Kos? Ini yang Perlu Diperhatikan

Dalam Perda 4/2026, rumah kos memiliki karakteristik berbeda dengan bangunan yang sejak awal sepenuhnya difungsikan sebagai tempat usaha.

Gudang Kayu di Made Surabaya Terbakar, Mobil dan Dua Motor Hangus

Ketinggian tumpukan kayu di dalam gudang disebut bervariasi, mulai sekitar satu hingga tiga meter.

Adu Banteng Dua Motor Terjadi di Mojokerto, 3 Nyawa Melayang di TKP

Saat Honda GL menyalip, pada waktu yang sama motor Honda Supra melaju dari arah berlawanan. Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari.