Selasa, 03 Feb 2026 03:10 WIB

Banjir Luapan Danau Unesa, DPRD Surabaya Duga Ada Penyempitan Saluran Air

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 17 Mar 2025 17:31 WIB
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Ahmad Nur Cahyanto
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Ahmad Nur Cahyanto

selalu.id - Hujan deras yang mengguyur Surabaya dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah sungai dan saluran air meluap, termasuk di kawasan Danau Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Ahmad Nur Cahyanto, mengungkapkan bahwa salah satu penyebab banjir di kawasan tersebut adalah penyempitan saluran air.

“Berdasarkan laporan warga di Lakar Santri, aliran air di Danau UNESA semakin menyempit akibat pembangunan di sekitar area tersebut. Konon, lebarnya kini hanya tersisa sekitar satu meter. Hal ini tentu membuat aliran air tersendat saat hujan deras,” kata Ahmad, Senin (17/3/2025).

Selain penyempitan saluran, ia juga menilai bahwa tingginya curah hujan yang merata di berbagai daerah turut berkontribusi terhadap meluapnya air di beberapa titik di Surabaya.

“Banjir kali ini tidak hanya terjadi di Surabaya, tetapi juga di banyak wilayah lain, termasuk Jawa Tengah. Debit air yang besar membuat tampungan air di Surabaya—yang merupakan daerah hilir—menjadi penuh,” jelasnya.

Meski terjadi luapan, politikus Golkar ini menilai bahwa banjir di Surabaya saat ini lebih cepat surut dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Dulu, banjir bisa bertahan hingga berhari-hari, bahkan seminggu. Tapi sekarang, dalam waktu kurang dari enam jam, air sudah berangsur surut. Ini menunjukkan bahwa program pengelolaan air oleh Pemkot Surabaya sudah lebih baik,” katanya.

Namun, ia mengakui bahwa masih ada proyek drainase yang belum tersambung dengan sempurna, terutama di Surabaya Barat.

“Beberapa proyek masih dalam proses dan belum terkoneksi sepenuhnya. Saat rapat Pansus Banjir, kami sudah membahas ini dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) serta camat setempat. Walaupun belum 100 persen tersambung, kondisi banjir sudah mulai terurai. Targetnya, proyek ini bisa selesai pada 2025,” jelasnya.

Selain perbaikan drainase, Ahmad juga menekankan pentingnya normalisasi sungai dan evaluasi terhadap pembangunan yang berpotensi menghambat aliran air.

“Kita perlu rutin membersihkan sedimentasi di sungai agar kapasitas tampungnya tidak semakin berkurang. Selain itu, pembangunan di sekitar aliran air harus dikaji ulang, termasuk di Danau UNESA, agar tidak memperparah risiko banjir,” pungkasnya.

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.