Kamis, 04 Jun 2026 12:19 WIB

Banjir Luapan Danau Unesa, DPRD Surabaya Duga Ada Penyempitan Saluran Air

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 17 Mar 2025 17:31 WIB
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Ahmad Nur Cahyanto
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Ahmad Nur Cahyanto

selalu.id - Hujan deras yang mengguyur Surabaya dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah sungai dan saluran air meluap, termasuk di kawasan Danau Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Ahmad Nur Cahyanto, mengungkapkan bahwa salah satu penyebab banjir di kawasan tersebut adalah penyempitan saluran air.

“Berdasarkan laporan warga di Lakar Santri, aliran air di Danau UNESA semakin menyempit akibat pembangunan di sekitar area tersebut. Konon, lebarnya kini hanya tersisa sekitar satu meter. Hal ini tentu membuat aliran air tersendat saat hujan deras,” kata Ahmad, Senin (17/3/2025).

Selain penyempitan saluran, ia juga menilai bahwa tingginya curah hujan yang merata di berbagai daerah turut berkontribusi terhadap meluapnya air di beberapa titik di Surabaya.

“Banjir kali ini tidak hanya terjadi di Surabaya, tetapi juga di banyak wilayah lain, termasuk Jawa Tengah. Debit air yang besar membuat tampungan air di Surabaya—yang merupakan daerah hilir—menjadi penuh,” jelasnya.

Meski terjadi luapan, politikus Golkar ini menilai bahwa banjir di Surabaya saat ini lebih cepat surut dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Dulu, banjir bisa bertahan hingga berhari-hari, bahkan seminggu. Tapi sekarang, dalam waktu kurang dari enam jam, air sudah berangsur surut. Ini menunjukkan bahwa program pengelolaan air oleh Pemkot Surabaya sudah lebih baik,” katanya.

Namun, ia mengakui bahwa masih ada proyek drainase yang belum tersambung dengan sempurna, terutama di Surabaya Barat.

“Beberapa proyek masih dalam proses dan belum terkoneksi sepenuhnya. Saat rapat Pansus Banjir, kami sudah membahas ini dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) serta camat setempat. Walaupun belum 100 persen tersambung, kondisi banjir sudah mulai terurai. Targetnya, proyek ini bisa selesai pada 2025,” jelasnya.

Selain perbaikan drainase, Ahmad juga menekankan pentingnya normalisasi sungai dan evaluasi terhadap pembangunan yang berpotensi menghambat aliran air.

“Kita perlu rutin membersihkan sedimentasi di sungai agar kapasitas tampungnya tidak semakin berkurang. Selain itu, pembangunan di sekitar aliran air harus dikaji ulang, termasuk di Danau UNESA, agar tidak memperparah risiko banjir,” pungkasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.