Rabu, 22 Jul 2026 21:56 WIB

Banjir Luapan Danau Unesa, DPRD Surabaya Duga Ada Penyempitan Saluran Air

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 17 Mar 2025 17:31 WIB
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Ahmad Nur Cahyanto
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Ahmad Nur Cahyanto

selalu.id - Hujan deras yang mengguyur Surabaya dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah sungai dan saluran air meluap, termasuk di kawasan Danau Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Ahmad Nur Cahyanto, mengungkapkan bahwa salah satu penyebab banjir di kawasan tersebut adalah penyempitan saluran air.

“Berdasarkan laporan warga di Lakar Santri, aliran air di Danau UNESA semakin menyempit akibat pembangunan di sekitar area tersebut. Konon, lebarnya kini hanya tersisa sekitar satu meter. Hal ini tentu membuat aliran air tersendat saat hujan deras,” kata Ahmad, Senin (17/3/2025).

Selain penyempitan saluran, ia juga menilai bahwa tingginya curah hujan yang merata di berbagai daerah turut berkontribusi terhadap meluapnya air di beberapa titik di Surabaya.

“Banjir kali ini tidak hanya terjadi di Surabaya, tetapi juga di banyak wilayah lain, termasuk Jawa Tengah. Debit air yang besar membuat tampungan air di Surabaya—yang merupakan daerah hilir—menjadi penuh,” jelasnya.

Meski terjadi luapan, politikus Golkar ini menilai bahwa banjir di Surabaya saat ini lebih cepat surut dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Dulu, banjir bisa bertahan hingga berhari-hari, bahkan seminggu. Tapi sekarang, dalam waktu kurang dari enam jam, air sudah berangsur surut. Ini menunjukkan bahwa program pengelolaan air oleh Pemkot Surabaya sudah lebih baik,” katanya.

Namun, ia mengakui bahwa masih ada proyek drainase yang belum tersambung dengan sempurna, terutama di Surabaya Barat.

“Beberapa proyek masih dalam proses dan belum terkoneksi sepenuhnya. Saat rapat Pansus Banjir, kami sudah membahas ini dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) serta camat setempat. Walaupun belum 100 persen tersambung, kondisi banjir sudah mulai terurai. Targetnya, proyek ini bisa selesai pada 2025,” jelasnya.

Selain perbaikan drainase, Ahmad juga menekankan pentingnya normalisasi sungai dan evaluasi terhadap pembangunan yang berpotensi menghambat aliran air.

“Kita perlu rutin membersihkan sedimentasi di sungai agar kapasitas tampungnya tidak semakin berkurang. Selain itu, pembangunan di sekitar aliran air harus dikaji ulang, termasuk di Danau UNESA, agar tidak memperparah risiko banjir,” pungkasnya.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.