Kamis, 03 Sep 2026 15:13 WIB

Pelatihan public speaking KPU Jatim dan PFI Surabaya tekankan personal branding

Pelatihan fotografi KPU Jawa Timur
Pelatihan fotografi KPU Jawa Timur

selalu.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur bekerja sama dengan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya menggelar pelatihan public speaking untuk membangun personal branding melalui keterampilan berbicara di depan publik secara percaya diri dan efektif.

Ketua Himpunan Humas Hotel Kota Surabaya Kus Andi, yang menjadi narasumber dalam pelatihan tersebut, menekankan jika kepercayaan diri dalam berbicara dapat dibangun melalui persiapan matang dan latihan yang konsisten.

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

"Banyak orang sebenarnya bisa berbicara dengan baik, tetapi rasa gugup sering menjadi penghalang. Kunci utamanya adalah percaya pada diri sendiri dan memahami audiens," kata Kus saat menyampaikan materi dalam rangkaian Pameran Foto dan Karikatur Pilkada Serentak Jatim 2024 di Royal Plaza Surabaya.

Menurut Kus, ada lima aspek utama dalam public speaking yang harus dibangun, yakni rasa percaya diri agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh audiens.

"Kedua, postur dan bahasa tubuh yang terbuka serta gestur yang natural akan membuat pembicara terlihat lebih meyakinkan," katanya.

Ketiga, kata dia, mengenali audiens dan suasana dengan melakukan riset atau bertanya kepada penyelenggara jika itu dalam acara atau mempelajari latar belakang lawan bicara agar komunikasi lebih efektif.

Keempat, lanjutnya, menjaga kontak mata dengan pendengar untuk meningkatkan keterhubungan dan menunjukkan keseriusan dalam menyampaikan pesan.

"Terakhir, gaya berbicara harus disesuaikan dengan karakter masing-masing agar lebih nyaman dan autentik. Hal ini bisa menjadi ciri khas dalam membangun kepercayaan dengan lawan bicara, sehingga harus dipersiapkan terlebih dahulu," ujarnya.

Kus menambah, semua hal itu muaranya adalah untuk membangun personal branding yang nantinya berdampak pada rasa percaya audiens atau lawan bicara.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving

"Tujuan agar bisa cakap berkomunikasi adalah membuat personal branding yang baik buat kita sendiri dan mendapatkan kepercayaan dari klien atau audiens," tuturnya.

Salah satu peserta, Aliya Putri Shafira, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka Surabaya, mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai teknik berbicara di depan umum.

"Materi yang disampaikan Mas Kus cukup menarik dan memberikan beberapa tips yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, ketika berbicara di depan publik, penting untuk memiliki ilmu yang cukup dan percaya diri dengan apa yang sudah kita kuasai," katanya.

Ia menambahkan bahwa membangun kepercayaan diri sangat penting agar berani tampil di depan umum.

"Ada banyak hal yang saya pelajari dari sesi ini, terutama karena saya berasal dari prodi Ilmu Komunikasi dan mulai terjun di dunia fotografi. Semoga bisa bertemu Mas Kus di lain kesempatan," ujarnya.

Baca Juga: Potret Aksi 'Agustus Kelam' di Surabaya, Serukan Perlindungan hingga DBH Migas Madura

Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) PFI Surabaya, Ali Masduki, mengatakan bahwa pelatihan public speaking menjadi keterampilan yang penting bagi pewarta foto, terutama karena mereka sering berinteraksi dengan publik.

"Ini menjadi bekal bagi kami, terutama setelah gantung kamera (pensiun), agar tetap bisa berbagi ilmu dan menjadi pembicara di berbagai kesempatan," katanya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada KPU Jatim dan H3 Surabaya yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelatihan public speaking ini," ucapnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.