Selasa, 03 Feb 2026 11:51 WIB

Pangkas Rambut di Gedung Satpol PP Surabaya, Harga Rp10 Ribu saja!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 15 Nov 2024 12:40 WIB
Pangkas rambut di Kantor Satpol PP
Pangkas rambut di Kantor Satpol PP

selalu.id - Satpol PP Kota Surabaya meresmikan Rumah Padat Karya (RPK) Pangkas Rambut S34 sebagai upaya pemberdayaan ekonomi warga miskin, di Lantai 1 Gedung Satpol PP Surabaya, Kamis (14/11/2024) kemarin.

Kepala Satpol PP Surabaya, M. Fikser mengatakan, RPK ini merupakan hasil kolaborasi antara Satpol PP Surabaya dengan Kecamatan Pabean Cantikan.

Selain menjadi upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran, RPK ini bertujuan membantu para personel Satpol PP Surabaya dalam menjaga penampilan agar tetap rapi.

“Kami dirikan pangkas rambut ini karena Satpol PP sendiri identik dengan menjaga kerapian penampilannya, salah satunya yang sangat nampak selain seragam yang kami kenakan, adalah rambut. Maka kami dirikanlah pangkas rambut ini hasil kerjasama kami dengan Kecamatan Pabean Cantikan,” kata Fikser.

Tak hanya menyediakan tempat saja, Satpol PP Kota Surabaya bersama Kecamatan Pabean Cantikan juga memfasilitasi sarana dan prasarana untuk RPK Pangkas Rambut tersebut, seperti gunting rambut, sisir, mesin pencukur rambut, apron untuk pelanggan, botol semprotan air, bedak, handuk, serta sikat bulu.

Pangkas Rambut S34 ini tidak hanya untuk anggota Satpol PP Surabaya saja, namun juga dapat dikunjungi oleh seluruh warga Kota Surabaya yang datang ke Kantor Satpol PP Kota Surabaya.

“Tujuan diletakkannya RPK ini di Satpol PP Kota Surabaya agar mudah diketahui oleh masyarakat, sehingga warga di lingkungan Pemkot Surabaya, khususnya seputaran Jalan Jimerto ini dapat mampir potong rambut disini,” ujar dia.

Tarif yang dipatok juga sangat terjangkau, warga dapat membayar Rp10 ribu saja. Jasa pangkas rambut yang terjangkau itu, diharapkan dapat menarik warga. “Untuk satu kali potong, kami beri harga Rp10 ribu dengan harapan menjadi harga yang murah dan terjangkau, sehingga masyarakat dapat mampir,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pemilihan pengelola RPK, Satpol PP Surabaya mendapatkan usulan dari Kecamatan Pabean Cantian. Yakni, terdiri dari keluarga miskin (gamis) atau keluarga pra miskin (pramis) yang sudah lihai memangkas rambut. “Jadi mereka sudah lihai dalam memotong rambut, karena sebelumnya mereka juga memotong rambut di wilayah rumah mereka,” jelasnya.

Untuk tahap pertama ini, terdapat dua warga miskin yang mengelola RPK Pangkas Rambut S34. Meski begitu, Fikser berharap, dengan adanya RPK Pangkas Rambut ini, Pemkot Surabaya bisa menangkal kemiskinan dan pengangguran di Kota Pahlawan.

“Namun jika ke depnnya antusias masyarakat cukup tinggi, maka kami akan terbuka kepada warga Kecamatan Pabean Cantikan yang memiliki keahlian potong rambut untuk bergabung,” terangnya.

Ia menambahkan, Satpol PP Surabaya bersama Kecamatan Pabean Cantian akan rutin melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap RPK Pangkas Rambut S34. Hal ini dilakukan guna memantau kinerja tukang pangkas agar dapat meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan.

“Serta agar kami tetap dapat mempertahankan pasar yang ada. Karena kalau sebuah RPK tanpa ada pasar dan peningkatan, maka RPK tersebut tidak bisa bertahan,” pungkasnya.

Baca Juga: Patroli Malam Satpol PP Surabaya Temukan WRSE di TPU Kembang Kuning

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.