Jumat, 04 Sep 2026 18:49 WIB

PJs Wali Kota Surabaya Tekankan Kewaspadaan Pra Stunting

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 14 Nov 2024 16:41 WIB
Penjabat Sementara (PJs) Wali Kota Surabaya, Restu Novi Widiani
Penjabat Sementara (PJs) Wali Kota Surabaya, Restu Novi Widiani

selalu.id - Penjabat Sementara (PJs) Wali Kota Surabaya, Restu Novi Widiani mengapresiasi, capaian Kota Surabaya dalam penurunan stunting selama empat tahun terakhir.

Pada 2021 prevalensi angka stunting mencapai 28,9 persen, kemudian di tahun 2022 angka tersebut menurun menjadi 4,8 persen dan tahun 2023 hingga saat ini angkanya menjadi 1,6 persen.
 
"Saya mengapresiasi Kota Surabaya dengan angka prevalensi stunting 1,6 persen, karena capaian ini juga berimbas pada penurunan angka di Jawa Timur secara keseluruhan. Saya ucapkan terima kasih tak terhingga," kata PJs Wali Kota Restu Novi, saat menggelar pertemuan evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), di Graha Sawunggaling, Kamis (14/11/2024).
 
Meski demikian, PJs Wali Kota Restu Novi menekankan kepada seluruh anggota TPPS untuk tetap waspada terhadap pra stunting.

Ia berharap, anak-anak pra stunting yang terdata saat ini bisa terus didampingi untuk menjadi sehat kembali dan tidak mengalami stunting.
 
Lebih lanjut, PJs Wali Kota Restu Novi juga meminta kepada setiap kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Lurah serta Kepala Puskesmas untuk melakukan pemantauan kondisi anak-anak di lembaga kesejahteraan sosial, yang ada diwilayahnya masing-masing. Sebab, bukan tidak mungkin kasus stunting muncul dari sana.
 
"Sekalipun terendah (angka prevalensinya) untuk kota sebesar Surabaya tidak boleh lengah. Ada pra stunting, ini bisa menjadi ancaman menambah angka stunting. Selain itu, perlu adanya perhatian khusus pada anak-anak yang berada di lembaga kesejahteraan sosial, baik itu milik pemerintah atau pun swasta. Gizi mereka juga harus tercukupi untuk menghindari stunting," jelasnya.
 
PJs Wali Kota Restu Novi melanjutkan, upaya menuju zero stunting Kota Pahlawan harus dibarengi dengan kesiapan ketahanan pangan. Ia melihat Kota Surabaya juga memiliki embrio menuju kesana dengan pemanfaatan lahan kosong menjadi urban farming.
 
"Saya rasa Kota Surabaya sudah terarah dalam upaya memberikan gizi terbaik menuju Indonesia emas tahun 2024. Artinya, semua masyarakat ikut bergerak dalam kesiapan ketahanan pangan untuk menuju zero stunting," terangnya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Ida Widayati mengungkapkan, semua intervensi spesifik dan sensitif terhadap kasus stunting dilakukan dengan semangat gotong royong secara pentahelix melalui program bapak asuh, orang tua asuh, serta Corporate Social Responsibility (CSR).
 
"Hingga 11 November 2024 tersisa 205 anak stunting di Kota Surabaya. Rinciannya, 188 anak merupakan warga Surabaya dan 17 lainnya adalah orang luar kota yang tinggal di Surabaya. Semuanya sudah diberikan intervensi dan pendampingan oleh Pemkot Surabaya," ungkap Ida.
 
Sambung Ida, intervensi kepada sasaran penurunan stunting terekam dalam Aplikasi Sayang Warga (ASW), termasuk hasil pendampingan juga di gambarkan secara spesifik oleh Tim Pendampingan Keluarga (TPK). "Semua intervensi positif dilakukan secara pentahelix dan terintegrasi," pungkasnya.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Editor : Ading
Berita Terbaru

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.