Kamis, 04 Jun 2026 11:12 WIB

Gagas Car Free Night, Risma Soroti Seniman Jatim Minim Ruang Ekspolarasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 12 Nov 2024 16:33 WIB
Tri Rismaharini
Tri Rismaharini

selalu.id - Keterbatasan ruang eksplorasi seni di Jawa Timur menjadi sorotan berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga seniman senior.

Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut tiga Tri Rismaharini, menawarkan solusi inovatif melalui program "Car Free Night" serta pertunjukan budaya di lereng gunung.

Tujuannya, membuka ruang bagi seniman untuk menampilkan karya mereka, sambil menggerakkan roda ekonomi.

Risma mengungkapkan bahwa program "Car Free Night" akan diadakan setiap Sabtu malam di berbagai kota di Jawa Timur, khususnya di area strategis yang mudah dijangkau masyarakat.

Dia menyampaikan harapannya agar program ini dapat menjadi wadah bagi seniman dan pelaku UMKM untuk bertemu dan berkolaborasi.

"Kita usahakan setiap Sabtu malam ada car free night di mana seniman bisa menunjukan hasil karyanya dan para UMKM bisa berdagang. Jadi ini menjadi ajang pertemuan antara kreativitas seniman dan potensi UMKM lokal," ungkap Risma dalam gelar 'Konsolidasi Relawan Paguyuban Seniman Jawi Wetan' di Surabaya, Senin (11/10/2024).

Program "Car Free Night" tersebut, lanjut Risma, bukan hanya untuk menciptakan ruang seni di tengah kota, tetapi juga untuk menghidupkan perekonomian melalui sinergi antara seni dan UMKM.

Para seniman dapat bebas menampilkan kreativitas mereka tanpa intervensi, sementara para pedagang UMKM dapat memanfaatkan keramaian acara untuk menjajakan produk mereka.

"Ini adalah sinergi yang kita harapkan dapat menciptakan ekonomi yang lebih berkelanjutan di Jawa Timur, dengan seni dan UMKM berkolaborasi untuk saling mendukung," terangnya.

Selain 'Car Free Night', Risma juga merencanakan pertunjukan budaya yang lebih menantang dan berkonsep alam. Dia mengusulkan gelar acara seni dan budaya di lereng gunung.

Di sana, wisatawan dapat menikmati pertunjukan budaya di tengah keindahan alam pegunungan, sambil menikmati kuliner lokal yang disajikan oleh UMKM setempat.

"Di lereng gunung, antara pariwisata, kuliner, dan seni berkolaborasi. Wisatawan dapat menikmati keindahan alam yang berpadu dengan wisata kuliner dan pertunjukan budaya. Harapannya ini bisa mengangkat perekonomian lokal,” jelasnya.

Inisiatif mantan Wali Kota Surabaya dan Menteri Sosial RI itu disambut antusias berbagai kalangan, khususnya seniman yang selama ini merasa kesulitan menemukan ruang eksplorasi yang memadai.

Cak Taufik Monyong, seniman dari Surabaya, menekankan bahwa seniman pada dasarnya tidak selalu membutuhkan bantuan materi, melainkan hanya ruang dan kesempatan untuk menampilkan karya.

"Intervensi bantuan bukanlah hal utama bagi kami, yang penting adalah diberikan ruang. Di Surabaya, kadang sulit sekali mencari tempat untuk kami berkreativitas, ataupun mencari dan membeli perlengkapan kesenian tari, kami membutuhkan pasar itu," sebutnya.

Keluhan senada juga disampaikan oleh mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang kerap kali merasa terkendala dalam mengekspresikan kreativitas mereka.

Salah satu mahasiswa jurusan seni di Unesa menyampaikan bahwa mereka membutuhkan lebih banyak ruang untuk berkarya dan bereksperimen.

“Kurangnya tempat untuk mengeksplorasi kreativitas kami membuat potensi-potensi seni yang kami punya sulit berkembang. Kami sangat membutuhkan ruang agar dapat semakin mengeskplorasi ide-ide kreatif kami," tuturnya.

Masalah keterbatasan ruang untuk seni memang menjadi isu yang telah lama dirasakan di Jawa Timur. Beberapa seniman mengeluhkan minimnya tempat pertunjukan dan ruang eksplorasi.

Dengan wacana yang disampaikan Risma, diharapkan seniman dapat lebih bebas berekspresi tanpa harus khawatir soal tempat dan kesempatan untuk tampil.

Baca Juga: Dewan Kebudayaan Diproyeksi Kubur Dewan Kesenian Surabaya, Maestro Ludruk: Saya Akan Lawan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.