Minggu, 07 Jun 2026 07:20 WIB

Jelang Pilkada, Polda Petakan Tujuh Daerah Sangat Rawan di Jatim

Kapolda Jatim, Irjen Pol Imam Sugianto
Kapolda Jatim, Irjen Pol Imam Sugianto

selalu.id - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur tengah memetakan beberapa daerah rawan konflik, diantaranya terdapat tujuh daerah yang masuk kategori sangat rawan konflik pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 mendatang.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Imam Sugianto memaparkan, kategori tersebut sesuai hasil survey Indeks Potensi Kerawanan Pemilu (IPKP) yang dilakukan oleh Ditintelkan Polda Jatim. Penilaian tersebut didasarkan dengan kejadian-kejadian yang pernah terjadi pada pilkada, pileg, bahkan pilpres sebelumnya.

Adapun tujuh daerah sangat rawan tersebut antara lain Kabupaten Bangkalan dengan skor IPKP 9,96, kemudian Pamekasan dengan skor 9,88, kemudian Sumenep dengan skor 9,7, lalu Lumajang dengan skor 10,5, kemudian Situbondo dengan skor 10,12, Lamongan dengan skor 9,74.

"Sampang dengan skor IPKP 10,64 menjadi yang tertinggi. Inventarisasi kejadian terdahulu Pilkada 2018 terdapat pemungutan suara ulang (PSU), kemudian pengerusakan Kantor Panwascam, lalu Pilpres 2019 terjadi pembakaran Mapolsek Tambelangan oleh salah satu simpatisan capres ini tidak boleh terjadi lagi," ujar Imam kepada selalu.id di Surabaya, Kamis (17/10/2024).

Selain itu, lanjut Imam mengatakan, daerah-daerah sangat rawan tadi juga dipengaruhi oleh fanatisme simpatisan. Adapun keterlibatan kepala desa dalam pemilihan, serta masyarakat yang mudah terpengaruhi, dan beberapa lainnya.

Imam juga menegaskan, selain yang terpetakan, perlu adanya kewaspadaan terhadap potensi konflik supporter bola agar tidak dimanfaatkan oleh oknum dalam suasana Pilkada Serentak, serta konflik perguruan pencak silat, dan tetap antisipasi terhadap ancaman penyebaran kelompok intoleran, radikal, dan terorisme yang masih memunculkan hoax dan ajakan mengganggu ketentraman masyarakat.

"Kemudian bencana alam karena bulan November memasuki masa pancaroba. Saya minta selain mengamankan Pilkada juga jangan lengah ketika ada bencana alam yang terjadi mendadak pasukan kita harus siap membantu pihak terkait," tutur mantan Kapolda Kalimatan Timur itu.

Untuk itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran Kapolres, Dandim, hingga Kepala Daerah untuk sama-sama menyiapkan upaya antisipasi. Dalam Pilkada Serentak 2024 ini, Imam mengatakan, telah menyiapkan personel sejumlah 26.214 personel dari Polda dan Polres jajaran. Kemudian mendapat back up 8.239 personel TNI, kemudian 120.614 personel Linmas, dan 860 personel dari unsur pemda.

"Selain itu kami telah membentuk tim walpri, termasuk pampri dan pamtub kepada para paslon, termasuk kepada penyelenggara pemilu selama Pilkada 2024. Total 113 personel, kami harap tidak ada gangguan berarti," pungkasnya.

Baca Juga: Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Editor : Ading
Berita Terbaru

Lewat Pro Gus'e Update, Bupati Fawait Beber Rp312 Miliar Dukungan Pertanian untuk Jember

"Kami ingin masyarakat mengetahui apa yang sedang dan telah dikerjakan pemerintah," ujar Bupati Jember Muhammad Fawait.

Kakak Thomas Ungkap Kronologi Pengeroyokan yang Diduga Dipicu Perselisihan Sandal Crocs

Menurut Hana, persoalan muncul karena pelaku menganggap sandal pengganti yang diberikan korban tidak setara dengan sandal yang hilang.

Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Khofifah Ajak Tanam Pohon dan Kelola Sampah

Kegiatan yang diikuti sekitar 1.125 peserta itu dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia dan terhubung secara daring dengan kegiatan nasional.

Sebulan Buron, Tersangka Penembakan di Tretes Akhirnya Dibekuk Polres Pasuruan

Peristiwa bermula saat korban, mendatangi tersangka untuk meminta uang ganti rugi sebesar Rp500 ribu, karena pelayanan yang menecewakan tamu korban.

Krisis Kepala Sekolah di Sidoarjo Mulai Terurai, Namun Puluhan SD Masih Dipimpin Plt

Masih terdapat 61 SD negeri yang untuk sementara dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu proses rekrutmen berikutnya.

Info Kepulangan Haji Terkini: 8 Wafat, 3 Masih Dirawat di Arab Saudi

Masih terdapat tiga jamaah yang belum bisa dikembalikan ke Tanah Air karena kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan lanjutan di rumah sakit Arab Saudi.