Selasa, 03 Feb 2026 19:47 WIB

Ujian S3 Unair, Eri Cahyadi Riset tentang Lingkungan Kerja di Pemkot

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 16 Okt 2024 09:03 WIB
Eri Cahyadi
Eri Cahyadi

selalu.id - Eri Cahyadi, sukses melewati ujian kelayakan disertasi sebagai salah satu rangkaian untuk menuntaskan studi doktoral pada Program Studi S3 Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair).

Dia mengangkat judul "Orkestrasi Kesehatan Organisasi Publik untuk Pengembangan Kapabilitas Perubahan dan Peningkatan Kinerja".

Calon Tunggal Petahana Wali Kota Surabaya 2024 itu memaparkannya di hadapan para penguji, yaitu Prof Badri Munir Sukoco, Prof. Dr. Rudi Purwono, Prof Suparto Wijoyo, Prof Fendy Suhariadi, Prof Seger Handoyo, Dr Nuri Herachwati.

Dalam disertasinya, Eri melakukan penelitian kesehatan organisasi di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Penelitian ini juga mengkaji bagaimana sebuah kesehatan organisasi berpengaruh terhadap kinerja pemerintahan.

"Dari penelitian ini, saya mendapati sejumlah temuan yang berdampak langsung pada kinerja Pemkot Surabaya, yang ujungnya adalah memberikan dampak positif ke masyarakat,” ujar Eri kepada wartawan usai ujian tertutup di Unair, Selasa (15/10/2024).

Eri menjelaskan, kesehatan organisasi adalah kemampuan organisasi untuk melakukan konsolidasi internal, menjalankan atau mengeksekusi kebijakan/program, dan melakukan adaptasi secara cepat, yang semuanya itu berpengaruh terhadap pencapaian kinerja organisasi. Kesehatan organisasi berperan memastikan pencapaian kinerja secara berkelanjutan.

“Maka sangat penting bagi sebuah organisasi untuk tidak hanya fokus pada target kinerja saja, tapi juga harus memperhatikan kondisi kesehatan organisasinya,” jelas mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya tersebut.

Ia juga memaparkan, berbagai penghargaan yang diraih Pemkot Surabaya merupakan hasil dari penerapan temuan-temuan dalam proses menulis disertasinya.

Di antaranya adalah predikat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) AA (kota pertama dan satu-satunya di Indonesia) dari Kementerian PANRB, Inovasi Pelayanan Publik Terbaik 2024, Kota Layak Anak dari UNICEF, dan Kota Sehat dari WHO. Semua apresiasi itu berbasis pada dampak yang dirasakan masyarakat sebagai acuan datanya.

"Dari proses penelitian, saya lakukan perubahan-perubahan sesuai dengan temuan penelitian, dan hari ini dampaknya luar biasa pada kinerja Pemkot Surabaya, yang sekali lagi ujungnya adalah dampak yang dirasakan publik," tuturnya.

Disertasi Eri juga menyoroti pentingnya pelatihan leadership bagi middle manager, seperti camat, lurah, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Setelah pelatihan leadership, Eri lantas melakukan evaluasi dampak perubahan yang terjadi di pemerintahan.

“Setelah pelatihan leadership, hasilnya luar biasa. Stunting di Surabaya turun drastis dari 28,5 persen menjadi 1,6 persen, yang terendah di Indonesia. Kemiskinan juga turun signifikan dari 6 persen menjadi 3,4 persen,” tambahnya.

Lebih lanjut Eri menjelaskan bahwa kesehatan organisasi di Pemkot Surabaya juga dipengaruhi oleh dua faktor utama. Yakni, keadilan dalam organisasi dan leadership atau kepemimpinan.

“Keadilan dalam organisasi berarti tidak ada dinas yang lebih tinggi derajatnya dari yang lain, semuanya setara. Kemudian leadership di sini adalah kemampuan memimpin mulai dari lurah, camat dan kepala OPD," paparnya.

Selain itu, Eri menyebutkan bahwa teori kesehatan organisasi yang diterapkannya juga berbeda dengan yang berlaku di sektor swasta. Bagaimana middle manager mulai dari camat, lurah hingga kepala OPD, bergerak masif dengan ditunjang kesetaraan.

"Jadi ini tidak sama dengan perusahaan pabrik atau privat. Karena kita di pelayanan publik pemerintahan," bebernya.

Eri juga berharap, ke depan ada penerus dari Pemkot Surabaya yang melanjutkan penelitiannya tersebut. Sebab, menurutnya, keberlanjutan program pada pemerintahan yang menentukan adalah seorang middle manager, mulai dari kepala dinas, camat dan lurah.

"Saya berharap disertasi ini akan membawa keberlanjutan terus, wali kotanya siapapun, pemimpinnya siapapun, berkelanjutan untuk kepentingan rakyat itu penting. Siapa yang bisa menentukan? Itu adalah middle manager, karena mereka adalah birokrasi yang menentukan nasib rakyat," imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Sekolah Pascasarjana Unair, Prof Badri Munir Sukoco mengungkapkan rasa bangganya atas kelulusan ujian doktor tertutup Eri Cahyadi. "Beliau (Eri Cahyadi) memang fokusnya ke kesehatan organisasi.

Karena yakin, bahwa organisasi yang sehat, pasti akan memberikan kinerja yang jauh lebih bagus dibandingkan organisasi yang tidak sehat," ungkap Prof Badri.

Prof Badri juga menyoroti metode unik yang digunakan Eri Cahyadi dalam penelitiannya. Bagaimana Eri menggunakan middle manager sebagai subjek penelitian, mulai kepala dinas, camat dan lurah. "Metode ini tentu sulit dilakukan oleh mahasiswa biasa, tapi beliau mampu melakukannya,” jelas Prof Badri.

Selain itu, Prof Badri menilai bahwa penelitian yang dilakukan Eri Cahyadi tersebut, telah memberikan dampak signifikan dan nyata bagi Pemkot Surabaya. “Dalam dua tahun terakhir, banyak penghargaan yang diterima Pemkot Surabaya. Ini menunjukkan bahwa organisasi yang sehat akan menghasilkan kinerja yang baik,” tambahnya.

Karena itu, Prof Badri meyakini bahwa hasil penelitian Eri Cahyadi dapat dipresentasikan di tingkat nasional. “Penelitian ini bisa dipresentasikan di Kementerian PANRB maupun Kemendagri, karena metodenya terbukti efektif dan mungkin satu-satunya di Indonesia,” tutupnya.

Baca Juga: Anak Pejabat Dapat UKT Rp15 Juta, Program Beasiswa Pemuda Tangguh Kota Surabaya Disorot

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global.