Rabu, 22 Jul 2026 02:22 WIB

Luluk Fokus Atasi Ketimpangan dan Sejahterakan Petani

Luluk Nur Hamidah
Luluk Nur Hamidah

selalu.id - Kesejahteraan petani merupakan isu yang sedangan ramai diperbincangkan oleh nasional, baik mulai dari kalangan petani kecil hingga elit politik yang ada dijajaran pemerintahan RI. Terlebih, beberapa hari lalu tepatnya tanggal  24 September kemarin diperingatai sebagai Hari Tani Nasional.

Hal inilah yang menarik perhatian calon gubernur Jawa Timur, Luluk Nur Hamidah dalam membuat salah satu fokusnya untuk maju di Pilgub Jatim 2024 ini. Sementara itu, Luluk juga menyebut kesejahteraan petani ini sangatlah penting untuk diperjuangkan.

Kendati demikian, Luluk juga menggarisbawahi ketimpangan yang dialami oleh para petani terutama di Kota Ngawi, sebagai salah satu lumbung pangan di Jatim. Meski Ngawi dikenalnya dengan pusat produksi padi yang melimpah.

Namun ia pun merasa heran, produksi padi di sana tidak dapat mengangkat taraf kesejahteraan petani di Ngawi. Kondisi tersebut dikatakannya bertolak belakang. "Seringkali produksinya bagus, panen melimpah, tapi kondisi petaninya tidak naik dan tidak sejahtera," ungkap Luluk kepada selalu.id saat ditemui di makam Sunan Ampel, Jl. Ampel Masjid, Surabaya, Senin (30/9/2024) malam.

Luluk sendiri juga menegaskan, seharusnya pemerintah aktif dalam melindungi dan memperjuangkan kesejahteraan petani melalui kebijakan pro petani, yakni subsidi yang cukup dan harga jual padi yang pantas. Jika dirinya diberi amanah memimpin Jatim, lanjut Luluk menegaskan, maka kebijakan seperti demikian yang akan dilakukan Luluk ke depannya.

"Tentunya, kami akan mendorong pemerintah pusat agar lebih memperhatikan nasib petani, khususnya di Jatim ini," tutur paslon nomor urut 1 ini.

Dengan begitu, Luluk berkomitmen untuk menyusun program-program yang konkret yang dapat memberikan manfaat langsung untuk petani. Ia juga menyadari bahwa keberhasilan sektor pertanian membutuhkan kolabrasi dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah daerah.

"Kalau pemerintah tidak hadir untuk menjaga pembelian dari petani, maka pasti akan sulit bagi petani untuk sejahtera, karena yang menetapkan harga pembelian bukan petani, melainkan pihak kartel," ujar 'artis senayan' ini.

Luluk juga menyebut salah satu problem yang sangat penting di Jawa Timur ini adalah kurangnya subsidi pupuk bagi para petani khususnya yang ada di Jatim. "Ya maka saya punya komitmen bahwa petani yang kekurangan pupuk di Jawa Timur ini, seharusnya memang ada dukungan secara politik dan juga anggaran dari pemerintah provinsi," terangnya.

"Saya itung-itung kalau misalnya saya menyediakan subsidi pupuk untuk petani di Jawa Timur sekitar 1 triliun per tahun itu, Insya Allah mampu dari sisi anggaran. Kenapa ? karena memang sektor pertanian ini salah satu sektor yang penting dan strategis apalagi pertanian di Jawa Timur," imbuhnya.

Sekadar diketahui, Jawa Timur ini memang dikenal sebagai lumbung pangan nasional kalau kemudian pertanian di Jawa Timur ini kuat, kemudian infrastruktur pertanian yang bagus, kemudian sarana produksi bagus, yang paling penting lagi input untuk produksi yaitu kecukupan atas pupuknya ini juga bagus maka ini bisa menaikkan posisi petani. Apalagi, sekarang pertanian sedang minus 7 persen.

"Mau tidak mau harus jadi koreksi kita bersama dan yang dibutuhkan adalah soal komitmen politik atau 'political will' dari kita semua. Saya tentunya juga punya komitmen soal itu. Kenapa saya punya komitmen, ya karena hampir sekian tahun dan sudah lama saya selalu mengingat lokasi sektor-sektor pertanian dan juga kesehatan pertanian. Dan kita tahu bahwa biaya produksi pertanian kita itu udah sangat tinggi sekali, termasuk diantaranya biaya untuk pupuk ini kita akan sama-sama hitung berapa yang diberikan subsidi dari pemerintah pusat nantinya," tukasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Pemkot Cari Solusi Sengketa Lahan Sekolah Rakyat

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.