Senin, 21 Sep 2026 04:08 WIB

Surabaya Montessori School Kenalkan 3 Bahasa Sejak Usia Dini

Surabaya Montessori School
Surabaya Montessori School

selalu.id - Surabaya Montessori School menampilkan kreativitas para siswa dalam panggung seni Open House 2024 Challenge Your Limits, mulai dari tingkat playgroup hingga sekolah dasar.

Adapun kelompok pemain drum oriental usia sekolah dasar yang mahir menabuh genderang dengan penuh semangat, ada juga anak-anak usia toddler tampil menari diiringi lagu Baby Shark. 

Tak kalah menarik, performa sajak dalam tiga bahasa. Bahasa Mandarin, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. "Tak terasa bangku sekolah telah berlalu. Suka duka kita lewati. Semoga nanti kita bisa bertemu kembali," ucap siswa saat menerjemahkan kalimat dalam bahasa Mandarin, Sabtu (7/9/2024).

Kemudian sajak itu dibacakan dalam Bahasa Inggris fasih oleh siswa lainnya. Wali murid terharu. Surabaya Montessori School yang telah berdiri sejak 2008 ini memang menerapkan komunikasi tiga bahasa dalam setiap tingkatan kelas. Yaitu Bahasa Indonesia, Mandarin dan Bahasa Inggris.

Untuk mengasah bakat mereka, sekolah juga membentuk klub. Seperti oriental club, pelajaran budaya Indonesia, literasi club hingga singing and dancing club.

Sementara, Kepala Sekolah Playgroup Surabaya Montessori School, Hestika Damayanti, mengatakan tiga bahasa diajarkan mulai tingkat toddler usia 18 bulan sampai dua tahun. Masa-masa itu adalah masa anak belajar berbicara. Sekolah juga mendatangkan guru native langsung dari negeri tirai bambu.

"Anak-anak saat usia golden age merekam lebih cepat setiap pembelajaran. Sekolah berusaha menciptakan lingkungan tiga bahasa maka secara tidak langsung anak-anak akan terbiasa dan bisa langsung bisa mengucapkan tanpa perlu diajari," kata Hesti.

Mereka diharapkan tumbuh dan memahami maknanya secara perlahan. Terbukti, lulusan sangat mahir berbicara, membaca dan menulis dengan huruf hanci.

Ia tak memungkiri mengajari tingkat toddler dan playgroup harus penuh kesabaran karena anak-anak masih dalam fase senang bermain. Maka dari itu,  pembelajaran  menggunakan metode Montessori yang berkesinambungan.

Hestika Damayanti menambahkan, sekolah ini merupakan pionir pertama yang menggunakan metode Montessori itu.

"Siswa belajar secara individual learning karena setiap anak unik dan memiliki kemampuan berbeda. Ada yang suka sains, seni, dan lain-lain. Pembelajaran dari konkrit ke abstrak. Bermain menggunakan material atau bentuk konkrit kemudian ke abstrak menggunakan work sheet," ujar Hesti.

Siswa belajar satu demi satu bertahap sesuai perkembangan kemampuan mereka. Treatment setiap anak berbeda. Anak yang sudah mampu secara akademik akan mendapat pelajaran lebih dibandingkan anak yang masih senang bermain.

"Kesenangan setiap anak berbeda, ada yang suka bermain saja dan ada yang suka belajar, sehingga metode Montessori menerapkan lima area," ujarnya.

Lima area itu meliputi Area Practical Life untuk melatih motorik anak. Siswa akan diajak bermain menggunakan material atau bahan. Kemudian Area Sensorial untuk melatih panca indra anak, Area Lingual berupa pelatihan tiga bahasa. Di mana setiap kelas memiliki tiga guru bahasa.

Area Mathematics yaitu belajar hitungan menggunakan material yang unik dan Area Cultural yang lebih ke arah tematik. Sementara itu, Kepala Sekolah TK, Yunike Mei Setianingsih, menjelaskan jika open house merupakan kegiatan rutin Surabaya Montessori School yang terletak di Kawasan Manyar.

Sekadar diketahui, sekolah ini juga membuka kelas toddler mulai usia 18 bulan hingga dua tahun. Setiap anak memiliki kemampuan berbeda. Masing-masing individu mempunyai keunikan dan sekolah berusaha mengembangkan kemampuan tersebut. 

"Yang menjadi pekerjaan rumah kita semua bagaimana cara untuk memajukan bangsa menjadi tim yang hebat, agar mereka semangat mengeksplor diri mereka," terangnya.

Open house setiap tahun ini sekaligus membangun sinergi antara siswa dengan wali murid. Banyak kegiatan pentas seni got talent hingga perlombaan math race dan mewarnai gantungan kunci. Acara dihadiri oleh seluruh wali murid maupun masyarakat umum.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kawah Mirip Telur Ceplok Muncul di Gunung Anak Krakatau, Pertanda Apa? Ini Kata Ahli

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Suwarno mengatakan, fenomena semacam ini tidak dialami oleh semua gunung api di Indonesia.

Promo Beras September 2026: Banyak Diskon Gila-gilaan Bunda, Segera Beli

Penawaran ini mencakup berbagai varian, mulai dari beras putih, beras merah, beras organik, hingga beras porang.

Detik-detik Tim Penyelam Basarnas Masuk Bangkai Kapal Virgo Transport 8 dan Temukan Satu Korban

Setelah ditemukan, korban kemudian dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju KN SAR Kamajaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Ketika Limbah Bawa PLN Nusantara Power Sabet 71 Penghargaan di ENSIA 2026

PLN Nusantara Power menegaskan bahwa energi tak sekadar soal listrik, melainkan tentang tumbuh bersama lingkungan dan masyarakat.

5 Kios di Jemur Andayani Surabaya Ludes Terbakar, Ini Dugaan Penyebabya

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Kasus kebakaran tersebut kini telah ditangani oleh pihak berwenang setempat.

Potret CFD di Desa Durung Bedug Sidoarjo yang Kini jadi Wadah Roda Ekonomi Warga

Membentang sepanjang 900 meter hingga satu kilometer, kawasan ini dirancang menjadi ruang publik terpadu untuk olahraga dan perputaran ekonomi warga.