Sabtu, 07 Nov 2026 19:28 WIB

Surabaya Montessori School Kenalkan 3 Bahasa Sejak Usia Dini

Surabaya Montessori School
Surabaya Montessori School

selalu.id - Surabaya Montessori School menampilkan kreativitas para siswa dalam panggung seni Open House 2024 Challenge Your Limits, mulai dari tingkat playgroup hingga sekolah dasar.

Adapun kelompok pemain drum oriental usia sekolah dasar yang mahir menabuh genderang dengan penuh semangat, ada juga anak-anak usia toddler tampil menari diiringi lagu Baby Shark. 

Tak kalah menarik, performa sajak dalam tiga bahasa. Bahasa Mandarin, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. "Tak terasa bangku sekolah telah berlalu. Suka duka kita lewati. Semoga nanti kita bisa bertemu kembali," ucap siswa saat menerjemahkan kalimat dalam bahasa Mandarin, Sabtu (7/9/2024).

Kemudian sajak itu dibacakan dalam Bahasa Inggris fasih oleh siswa lainnya. Wali murid terharu. Surabaya Montessori School yang telah berdiri sejak 2008 ini memang menerapkan komunikasi tiga bahasa dalam setiap tingkatan kelas. Yaitu Bahasa Indonesia, Mandarin dan Bahasa Inggris.

Untuk mengasah bakat mereka, sekolah juga membentuk klub. Seperti oriental club, pelajaran budaya Indonesia, literasi club hingga singing and dancing club.

Sementara, Kepala Sekolah Playgroup Surabaya Montessori School, Hestika Damayanti, mengatakan tiga bahasa diajarkan mulai tingkat toddler usia 18 bulan sampai dua tahun. Masa-masa itu adalah masa anak belajar berbicara. Sekolah juga mendatangkan guru native langsung dari negeri tirai bambu.

"Anak-anak saat usia golden age merekam lebih cepat setiap pembelajaran. Sekolah berusaha menciptakan lingkungan tiga bahasa maka secara tidak langsung anak-anak akan terbiasa dan bisa langsung bisa mengucapkan tanpa perlu diajari," kata Hesti.

Mereka diharapkan tumbuh dan memahami maknanya secara perlahan. Terbukti, lulusan sangat mahir berbicara, membaca dan menulis dengan huruf hanci.

Ia tak memungkiri mengajari tingkat toddler dan playgroup harus penuh kesabaran karena anak-anak masih dalam fase senang bermain. Maka dari itu,  pembelajaran  menggunakan metode Montessori yang berkesinambungan.

Hestika Damayanti menambahkan, sekolah ini merupakan pionir pertama yang menggunakan metode Montessori itu.

"Siswa belajar secara individual learning karena setiap anak unik dan memiliki kemampuan berbeda. Ada yang suka sains, seni, dan lain-lain. Pembelajaran dari konkrit ke abstrak. Bermain menggunakan material atau bentuk konkrit kemudian ke abstrak menggunakan work sheet," ujar Hesti.

Siswa belajar satu demi satu bertahap sesuai perkembangan kemampuan mereka. Treatment setiap anak berbeda. Anak yang sudah mampu secara akademik akan mendapat pelajaran lebih dibandingkan anak yang masih senang bermain.

"Kesenangan setiap anak berbeda, ada yang suka bermain saja dan ada yang suka belajar, sehingga metode Montessori menerapkan lima area," ujarnya.

Lima area itu meliputi Area Practical Life untuk melatih motorik anak. Siswa akan diajak bermain menggunakan material atau bahan. Kemudian Area Sensorial untuk melatih panca indra anak, Area Lingual berupa pelatihan tiga bahasa. Di mana setiap kelas memiliki tiga guru bahasa.

Area Mathematics yaitu belajar hitungan menggunakan material yang unik dan Area Cultural yang lebih ke arah tematik. Sementara itu, Kepala Sekolah TK, Yunike Mei Setianingsih, menjelaskan jika open house merupakan kegiatan rutin Surabaya Montessori School yang terletak di Kawasan Manyar.

Sekadar diketahui, sekolah ini juga membuka kelas toddler mulai usia 18 bulan hingga dua tahun. Setiap anak memiliki kemampuan berbeda. Masing-masing individu mempunyai keunikan dan sekolah berusaha mengembangkan kemampuan tersebut. 

"Yang menjadi pekerjaan rumah kita semua bagaimana cara untuk memajukan bangsa menjadi tim yang hebat, agar mereka semangat mengeksplor diri mereka," terangnya.

Open house setiap tahun ini sekaligus membangun sinergi antara siswa dengan wali murid. Banyak kegiatan pentas seni got talent hingga perlombaan math race dan mewarnai gantungan kunci. Acara dihadiri oleh seluruh wali murid maupun masyarakat umum.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Aturan Baru Panti Pijat Mulai Desember 2026

Dengan aturan baru ini, panti pijat berkonsep terbuka resmi masuk dalam pengawasan ketat Kategori 3 dengan standar persyaratan yang jauh lebih mengikat.

Pemkot Surabaya Sabet Penghargaan Satya JKN Awards 2026

Capaian ini merupakan bukti nyata dari dedikasi, inovasi, serta kerja keras yang terbangun pada seluruh ekosistem pemerintahan dan ketenagakerjaan di Surabaya.

Gelar Suling di Surabaya, Irjen Dekananto Ajak Warga Bentengi Keluarga dari Narkoba

Masyarakat dapat menggunakan layanan bebas pulsa Call Center Kepolisian 110 untuk mengadukan gangguan kamtibmas maupun menyalurkan informasi keamanan.

Momen Bos Pelindo Terminal Petikemas Ajak Siswa soal Peluang Kerja di Sektor Pelabuhan

Pelindo Mengajar yang diinisiasi sejak 2022 ini telah menjangkau 13 sekolah dengan total 1.925 siswa di berbagai pelosok Nusantara.

Sambut Hari Pahlawan 2026, Polrestabes Surabaya Bagikan 1.000 Alarm Motor Gratis

Pembagian alarm ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam memelihara keamanan dan ketertiban (kamtibmas) di lingkungan masing-masing.

Capaian PJPK Sidoarjo Tembus 76,5, Dua Indikator Masih Terkendala Anggaran

Selain dua indikator tersebut, evaluasi juga mencatat delapan rencana aksi dari delapan OPD belum dapat dilaksanakan sepanjang 2025.