Jumat, 23 Okt 2026 00:54 WIB

Gubernur Khofifah Tanam Mangrove di Pantai Bohay Probolinggo

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 26 Des 2021 17:54 WIB
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menanam mangrove di Pantai Bohay
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menanam mangrove di Pantai Bohay

selalu.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat berkontribusi dalam mempercepat target pengurangan emisi karbon gas rumah kaca lewat penanaman mangrove. Ajakan ini, menurut Khofifah, sesuai dengan filosofi Sunan Kali jogo 'Urip iku Urup'.

"Artinya Hidup itu Menghidupkan, kalimat ini merupakan sebuah referensi sederhana tapi dalam maknanya. Oleh karena itu tidak usah menunggu dengan siapa dan kapan akan menanam. Mulailah menanam kapan saja dan dimana saja. Tanam dan pelihara," pesan Gubernur Khofifah pada kegiatan bertajuk 'Nandur Mangrove', yang diselenggarakan di Pantai Bohay, Kabupaten Probolinggo, Minggu (26/12).

Baca Juga: Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Kegiatan tanam Mangrove tersebut, kata dia, merupakan upaya bentuk dukungan Pemprov Jatim terhadap program rehabilitasi mangrove nasional sekaligus pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat.

"Saya mengajak kepada semua elemen untuk melakukannya, saya juga mengajak untuk memiliki semangat menamam di Jawa Timur. Mari kita bangun sinergi dan energi sekuat mungkin," pesan Gubernur Khofifah.

Selain menekankan pentingnya menanam, Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya merawat dan mengembangkan ekosistem alam.

"Pokoknya nandur, nandur dan nandur. Alam ini telah banyak diekpsloitasi . Digunakan untuk jalan, rumah, wisata, dan dipakai banyak hal lainnya. Maka kita jangan pernah berhenti untuk nandur," pungkas Khofifah.

Baca Juga: DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

"Apa yang kita tanam hari ini untuk ekosistem alam, tentunya untuk anak cucu dan masa depan ekosistem bangsa kita. Seluruh warga bangsa, Indonesia merupakan paru-paru dunia, mari kita berkontribusi untuk merevitalisasi dalam membangun ekosistem dunia," imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Khofifah didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Jatim Anik Maslachah, Wakil Ketua Komisi B DPRD Habib Mahdi, Kadivre Perhutani Jatim Karuniawan, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jatim Jumadi, Rektor Unesa Nurhasan, serta beberapa Kepala OPD dilingkup Pemprov Jatim serta pejabat Forkopimda dilingkungan Pemkab Probolinggo dan mahasiswa Unesa serta beberapa anggota Pramuka.

Lokasi penanaman yang juga merupakan lokasi Wisata Bhinor Harmoni (Pantai BOHAY), merupakan area wisata, edukasi dan konservasi ekosistem mangrove dan sebagai upaya perlindungan garis pantai dari abrasi.

Baca Juga: Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Tidak hanya itu, selain melakukan penanaman Mangrove dan Cemara Laut, Gubernur Khofifah memberikan hibah alat ekonomi produktif kepada beberapa Kelompok Tani disana.

Dimana total jumlah bantuan hibah tersebut meliputi 168 buah cangkul, 165 buah golok, 101 unit handsprayer, unit motor roda 3, 39 unit mesin pemotong rumput, 6 unit mesin kompos, 7 unit pencacah rumput, 25 buah gunting pangkas, 26 unit gerobak dorong, 2 unit bak penampung, 7 unit pompa air, 4 unit gergaji mesin, 12 unit timbangan besar, 15 buah kapak, 2 unit gazebo, 5 unit mesin perontok jagung, 1 unit kompresor listrik, 1 unit mesin jahit, 1 unit mesin perajang empon-empon, 1 unit mesin pengering , 4 unit tenda lipat, 1 unit timbangan digital, 4 unit pondok payung, 1 unit kumbung jamur, 1 unit mixer baglog, 1 unit press baglog, 1 unit alat sangrai kopi, 1 unit mesin grinder kopi, 1 unit alat peracik kopi, 1.150 unit botol madu 500 ml, 1.300 botol lebah madu 250 ml, 3 unit ekstraktor madu, 4 unit alat uji kadar air madu, 60 unit corong dan 6 unit pakaian anti sengat. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.