Sabtu, 06 Jun 2026 00:25 WIB

Ratusan Warga Terdampak PSN SWL Bubarkan Paksa Acara Sosialisasi Amdal PT Granting Jaya

Selalu.id - Ratusan warga membubarkan paksa kegiatan sosialisasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau AMDAL yang diselenggarakan pihak PT Granting Jaya selaku operasional Proyek Strategis Nasional (PSN) reklamasi Surabaya Water Frontland (SWL) seluas 1084 hektar di wilayah pesisir pantai Surabaya Jawa Timur, selasa siang.


Warga dengan tegas menolak proyek reklamasi yang dianggap menimbulkan dampak negatif bagi warga di sepanjang pesisir pantai surabaya. Seruan tolak reklamasi digelorakan ratusan warga saat PT Granting Jaya selaku operasional PSN reklamasi SWL, menggelar acara sosialisasi analisis dampak lingkungan di sentra wisata kuliner di kawasan jalan Keputih, Surabaya, Selasa (3/9/2024) siang.

Baca Juga: Jaga Seleksi Calon Direktur Perumahan Tirta Argopuro, Ribuan Warga Probolibggo Akan Turun Jalan


Sementara itu ratusan warga lainnya juga menggelar aksi serupa di depan kantor PT Granting Jaya, yang notabenenya berada di Kenpark Surabaya. 


Indi Nuroini selaku Ketua LPMK Keputih menegaskan dari 1084 hektar mega proyek reklamasi yang rencananya akan dibangun oleh PT Granting Jaya, sebagian besar ada di wilayah keputih yakni sekitar 600 hektar.
Memang di wilayah Keputih tidak terdapat banyak nelayan, namun di kawasan tersebut masih banyak ratusan tambak yang luasnya ratusan hektar di mana tambak ini menggantungkan hidup dari air laut.


"Ketika reklamasi ini dilakukan sudah bisa dipastikan ratusan hektar tambak milik warga akan mati dan ribuan orang akan kehilangan mata pencaharian," ungkap Indi Nuroini kepada selalu.id di Surabaya, Selasa (3/9/2024).

Baca Juga: Polri Perbarui Pelayanan Unjuk Rasa Berbasis HAM Internasional


Sementara itu Iwan Setiawan selaku Ketua Tim AMDAL dari PT Widya Cipta Buana yang di kontrak oleh PT Granting Jaya untuk melakukan analisis dampak lingkungan terkait proyek reklamasi tersebut mengaku, meski mendapat banyak penolakan keluarga, hal tersebut tidak menjadi penghalang baginya untuk membuat rekomendasi.


Pasalnya, dalam tahap sosialisasi AMDAL, pihaknya hanya menjaring saran dan kritik dari masyarakat warga terdampak dan mencari titik tengah terkait analisis dampak lingkungan yang disebabkan oleh proyek nasional tersebut.

Baca Juga: Warga Apartemen Bale Hinggil Wadul Pemkot, Protes Pemutusan Air dan Listrik


Seperti diketahui, proyek reklamasi Surabaya Waterfront Land ini merupakan Proyek Strategis Nasional yang dilakukan dengan tujuan untuk memperluas area pantai dan mengembangkan infrastruktur seperti kawasan bisnis, perumahan, dan fasilitas publik di sepanjang pesisir pantai Surabaya.


Namun karena dikhawatirkan akan berdampak negatif secara sosial terhadap masyarakat pesisir, mega proyek reklamasi ini mendapat penolakan keras dari berbagai kalangan termasuk warga terdampak.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.