Rabu, 22 Jul 2026 19:34 WIB

Menkopolhukam Mahfud MD Tinjau Pengamanan Gereja di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 25 Des 2021 16:00 WIB
Menkopolhukam saat meninjau pengamanan Gereja di Surabaya
Menkopolhukam saat meninjau pengamanan Gereja di Surabaya

selalu.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, didampingi Plh. Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono, meninjau Pengamanan Natal di Surabaya, Sabtu (25/12/2021). Pada kesempatan ini Menkopolhukam memberikan apresiasi kepada seluruh stakeholder dalam pengamanan yang sudah berjalan baik.
 
Pada peninjauan ini, Menkopolhukam Mahfud MD juga didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto. Peninjauan dilakukan di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Kristus, Jalan Polisi Istimewa, Surabaya dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro .
 
Menkopolhukam menyampaikan apresiasinya bisa mengunjungi gereja di Surabaya untuk memastikan dan menyaksikan pelaksanaan ibadah Natal berjalan baik dan aman. Pihaknya juga telah mendapatkan laporan dari Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim dan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur bahwa situasinya aman dan kondusif, serta optimis terkait Natal berlangsung aman. 
 
"Saya gembira tadi mendapat laporan dari Pangdam, Kapolda, juga Pemda, serta gereja, bahwa minimal sampai detik jam ini suasana berjalan kondusif aman dan ada optimisme kegembiraan dan Insyaallah hari ini sampai besok dalam kaitannya dengan natal itu berjalan dengan aman," ujar Menkopolhukam.
 
Dikatakannya, di Indonesia semua pemeluk dan lembaga lembaga keagamaan itu mendapatkan perlindungan yang sama dari negara. Indonesia bukan negara agama yang diatur dengan sistem satu agama, tetapi juga bukan negara sekuler yang dianggap agama harus terpisah penuh di antara kehidupan negara dan kehidupan agama.
 
"Jadi Indonesia bukan negara agama tapi juga bukan negara sekuler. Melainkan negara Pancasila yaitu semua agama dan pemeluknya dilindungi. Hal ini telah menjadi pemahaman para pendiri bangsa ini bahwa semua agama membawa ajaran kebaikan, hanya kelembagaan agamanya saja yang berbeda," terang Menkopolhukam. 
 
Oleh sebab itu, lanjutnya, dasar negara sila pertama berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa bukan negara berdasarkan agama A,B,C, namun Ketuhanan Yang Maha Esa dilembagakan dalam bentuk agama yang semuanya dilindungi oleh negara.
 
Sementara itu, Vikjen Keuskupan Surabaya, RD Yosef Eko Budi Susilo, menyampaikan terima kasihnya kepada Menkopolhukam dan juga Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim serta Pemprov Jatim, yang telah mengunjungi Gereja Katedral untuk melihat secara langsung pengamanan dalam pelaksanaan ibadah Natal khususnya di Surabaya juga Jawa Timur. 
 
Dijelaskannya, selama ini pihak gereja selalu berkoordinasi dan mendapatkan monitoring keamanan bahkan bantuan pengamanan dari Polrestabes Surabaya, serta Polda Jatim bahkan ditambah dari TNI dan aparat lainnya. 
 
"Saya kira inilah yang menjadikan kami merasa aman untuk beribadah, pengamanan dari Bapak Kapolda Jatim yang dibackup oleh Bapak Pangdam V Brawijaya," pungkasnya.(SL1)

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.