Kamis, 03 Sep 2026 11:41 WIB

SPTP Hadirkan Incinerator Pondok Pesantren Pertama di Indonesia

Mesin pembakar sampah (incinerator) SPTP
Mesin pembakar sampah (incinerator) SPTP

selalu.id - PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) bersama Universitas Nahdatul Ulama Surabaya (UNUSA) menciptakan inovasi mesin pembakar sampah (incinerator) ramah lingkungan pondok pesantren pertama di Indonesia.

Menggunakan oli bekas sebagai bahan bakar utama, incinerator yang ada di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Pamekasan, Madura ini mampu membakar sekitar 40kg sampah basah hanya dalam waktu 60 menit, sedangkan untuk sampah kering proses pembakaran membutuhkan waktu yang lebih cepat, yakni 30 menit. Residu sampah organik juga bisa digunakan menjadi pupuk organik bagi tanaman sekitar pondok pesantren.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra menjelaskan, kolaborasi ini tidak hanya terfokus pada penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan, khususnya kesejahteraan para santri dan lingkungan sekitar pondok pesantren.

"Pondok pesantren merupakan institusi yang dalam kesehariannya mengalami permasalahan dalam menghadapi pengelolaan limbah rumah tangga. Dengan hadirnya incinerator ini, kami harap ini dapat menjadi solusi efektif dan ramah lingkungan," terangnya kepada selalu.id, Selasa (30/7/2024).

Ketua Center For Environmental Health of Pesantren (CEHP) UNUSA, Achmad Syafiuddin menambahkan, keuntungan utama dari penggunaan Unusa Insinerator adalah dampak positifnya terhadap lingkungan. Secara teknis, incinerator ini akan membakar sampah dalam tungku dan asapnya akan dialirkan menuju tabung khusus untuk dispray, asap yang telah dispray akan mengalir ke bak penampung yang selanjutnya akan difilter sehingga air dapat digunakan kembali untuk spray.

“Dengan tidak mengeluarkan asap, sistem ini membantu mengurangi polusi udara dan memberikan solusi pengelolaan limbah yang lebih bersih. Terlebih di sebelah terdapat lahan kosong tumpukan sampah. Kondisi ini tentu mempengaruhi kualitas hidup dan kesehatan para santri," imbuhnya.

Baca Juga: Pelindo Terminal Petikemas Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Pesisir Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.