Senin, 19 Okt 2026 21:30 WIB

SPTP Hadirkan Incinerator Pondok Pesantren Pertama di Indonesia

Mesin pembakar sampah (incinerator) SPTP
Mesin pembakar sampah (incinerator) SPTP

selalu.id - PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) bersama Universitas Nahdatul Ulama Surabaya (UNUSA) menciptakan inovasi mesin pembakar sampah (incinerator) ramah lingkungan pondok pesantren pertama di Indonesia.

Menggunakan oli bekas sebagai bahan bakar utama, incinerator yang ada di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Pamekasan, Madura ini mampu membakar sekitar 40kg sampah basah hanya dalam waktu 60 menit, sedangkan untuk sampah kering proses pembakaran membutuhkan waktu yang lebih cepat, yakni 30 menit. Residu sampah organik juga bisa digunakan menjadi pupuk organik bagi tanaman sekitar pondok pesantren.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra menjelaskan, kolaborasi ini tidak hanya terfokus pada penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan, khususnya kesejahteraan para santri dan lingkungan sekitar pondok pesantren.

"Pondok pesantren merupakan institusi yang dalam kesehariannya mengalami permasalahan dalam menghadapi pengelolaan limbah rumah tangga. Dengan hadirnya incinerator ini, kami harap ini dapat menjadi solusi efektif dan ramah lingkungan," terangnya kepada selalu.id, Selasa (30/7/2024).

Ketua Center For Environmental Health of Pesantren (CEHP) UNUSA, Achmad Syafiuddin menambahkan, keuntungan utama dari penggunaan Unusa Insinerator adalah dampak positifnya terhadap lingkungan. Secara teknis, incinerator ini akan membakar sampah dalam tungku dan asapnya akan dialirkan menuju tabung khusus untuk dispray, asap yang telah dispray akan mengalir ke bak penampung yang selanjutnya akan difilter sehingga air dapat digunakan kembali untuk spray.

“Dengan tidak mengeluarkan asap, sistem ini membantu mengurangi polusi udara dan memberikan solusi pengelolaan limbah yang lebih bersih. Terlebih di sebelah terdapat lahan kosong tumpukan sampah. Kondisi ini tentu mempengaruhi kualitas hidup dan kesehatan para santri," imbuhnya.

Baca Juga: Jalan Sehat Bersama, Cara TPK Merauke Perkuat Kesejahteraan dan Keselamatan Pegawai

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.