Rabu, 30 Sep 2026 08:52 WIB

PDIP Telah Terbitkan Surat Tugas untuk 11 Nama Bacakada Pilkada Jatim, Akhirnya Ada Eri Cahyadi 

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 07 Jul 2024 20:18 WIB

Selalu.id - PDI-Perjuangan telah menerbitkan surat tugas untuk pengusungan 11 nama Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada) baik bakal calon Buptati atau Wali Kota (Bacabup/Bacawali) maju Pilkada Jatim 2024.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawab Timur Sri Untari Bisowarno. Ia mengaku sudah menerima Surat Tugas tersebut dari DPP

Baca Juga: Hindari Penyekapan, Wali Kota Eri Cahyadi Siapkan Perwali Penyaluran ART di Surabaya

"Surat tugas itu diberikan untuk 11 kabupaten/kota di Jawa Timur," kata Untari, Minggu (7/7/2024).

Untari mengatakan, surat tugas itu menjadi tahapan di internal partai sebelum dikeluarkannya rekomendasi pencalonan oleh DPP PDIP. 

Artinya, kata dia, surat tugas ini menjadi tahap awal PDIP mengusung gaconya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Untari menjelaskan, para bakal calon yang telah menerima surat tugas dari DPP itu selanjutnya diminta untuk terus melakukan konsolidasi internal. Tujuannya, memastikan kesolidan mesin partai jelang Pilkada serentak. 

Tak hanya itu, penerima surat tugas itu juga diminta untuk membangun komunikasi politik dengan lintas parpol. Hal ini dimaksudkan agar meluaskan dukungan pencalonan. 

"Kemudian mereka juga diminta untuk melaksanakan kerja kerakyatan di lapangan," katanya.

Adapun rincian 11 surat tugas itu yakni diberikan kepada Sanusi yang merupakan bakal calon Bupati Malang, Mochamad Nur Arifin untuk Kabupaten Trenggalek, Marhaen Djumadi di Kabupaten Nganjuk dan Achmad Fauzi untuk Pilkada Kabupaten Sumenep.

Lebih lanjut Untari menyampaikan, PDIP juga memberikan surat tugas kepada Ahmad Yani untuk Pilkada Gresik, Sugiri Sancoko di Ponorogo, Hanindhito Himawan Pramana untuk Kabupaten Kediri, Ony Anwar Harsono di Ngawi, kemudian kepada Eri Cahyadi untuk Pilkada Surabaya 2024. 

Sejumlah nama tersebut merupakan petahana yang sebelumnya juga diusung oleh PDIP. Sementara itu, PDIP juga memberikan surat tugas kepada Mahud di Bangkalan, dan Bambang Rianto untuk Pilkada Kota Blitar. Dua nama ini merupakan pendatang baru di Pilkada. 

Berikut daftar penerima surat tugas dari DPP PDIP jelang Pilkada serentak 2024

Baca Juga: Influenza A Naik di Surabaya, Dinkes Minta Warga Tak Merespon Berlebihan

1. Kabupaten Malang: Sanusi

2. Kabupaten Trenggalek: Mochamad Nur Arifin

3. Kabupaten Nganjuk: Marhaen Djumadi 

4. Kabupaten Sumenep: Ahmad Fauzi

5. Kabupaten Gresik: Fandi Ahmad Yani

6. Kabupaten Ponorogo: Sugiri Sancoko

Baca Juga: Bansos di Surabaya Tak Lihat Desil, Eri Cahyadi: Ada yang Masih Belum Dapat Bantuan

7. Kabupaten Bangkalan: Mahud

8. Kabupaten Kediri: Hanindhito Himawan Pramana 

9. Kabupaten Ngawi: Ony Anwar Harsono. 

10. Kota Surabaya: Eri Cahyadi

11. Kota Blitar: Bambang Rianto

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sederet Fakta Baru Kasus Sengketa Lahan Kalisari Surabaya

Persoalan muncul karena terdapat klaim atas Persil Nomor 473 atas nama Asifah dengan luas 2.310 meter persegi yang disebut berada di lokasi lahan Pujiono.

Prabowo dan Megawati Janjian Makan Nasi Goreng, Mau Bahas Apa Ya?

Sajian nasi goreng Megawati sendiri punya rekam jejak historis dalam hubungan kedua tokoh nasional ini.

Awas! Ratusan Ton Emas Ilegal Beredar di Indonesia, Kenali Ciri-cirinya

Dari total pemetaan nasional, tercatat sedikitnya 1.221 lokasi PETI emas yang beroperasi tanpa menyetor rupiah sedikit pun ke kas negara.

Proyek Revitalisasi Sekolah di Jember Gerakkan Ekonomi Warga, Jadi Berkah dan Bahagia

Dari proyek tersebut, sekitar 5.160 tenaga kerja terlibat, dengan rincian 2.000 tukang dan 3.160 asisten tukang. Juga gerakkan ekonomi warga lainnya.

Soal Seragam Sekolah, DPRD Surabaya Minta Pemkot Kaji Pembiayaan Batik Lewat BOPDA

Ajeng mengatakan usulan terkait pengadaan seragam batik secara terpusat masih perlu dibahas lebih lanjut bersama Dispendik agar tak jadi persoalan baru.

Wamenkes Nilai Kota Mojokerto Mampu jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Menurutnya, Kota Mojokerto memiliki posisi strategis dalam penanganan TB karena selama ini turut memberikan layanan pengobatan bagi pasien dari luar wilayah.