Sabtu, 20 Jun 2026 09:06 WIB

Pintar Investasi Lewat Gelaran "Genk Emak Emas"

  • Penulis : Ading
  • | Kamis, 06 Jun 2024 21:57 WIB
Foto: FEB Unair Creating Shared Value (CSV) Genk Emak Emas" di Kantor Kecamatan Gayungan, Surabaya, Kamis.
Foto: FEB Unair Creating Shared Value (CSV) Genk Emak Emas" di Kantor Kecamatan Gayungan, Surabaya, Kamis.

selalu.id - Pengamat ekonomi sekaligus Kepala Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga Gancar C Premananto menyatakan masyarakat harus pintar mengatur keuangan keluarga serta tidak mudah tertipu dengan layanan investasi bodong.

"Karena begitu banyak masyarakat yang merasa terugikan dan melakukan aktivitas penuntutan terhadap penipuan-penipuan investasi yang terjadi dalam berbagai bentuk," katanya di sela kegiatan yang digelar oleh Unair, BRI dan Pegadaian dengan tajuk "Magister Manajemen FEB Unair Creating Shared Value (CSV) Genk Emak Emas" di Kantor Kecamatan Gayungan, Surabaya, Kamis.

Gencar menjelaskan, agar masyarakat tidak terjebak investasi bodong bisa mengecek melalui izin usaha dan proses bisnis yang dijalankan perusahaan tersebut.

"Pertama mengecek izin usahanya yang kedua mengecek proses bisnisnya logis atau tidak," katanya.

Termasuk, lanjutnya, jangan sampai tergiur dengan iming-iming investasi yang murah namun dapat hasil yang luar biasa.

"Contoh kasus, ditawari jualan daring secara gratis, mudah tanpa keluar biaya dan ternyata di situ ada proses bisnis yang harus membayar uang kepada pihak penyelenggara dan itu bisa jadi uangnya hilang," ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya memberi saran agar masyarakat, dalam hal ini mak-mak, bisa mengatur keuangan bahkan menambah pendapatan keluarga melalui investasi.

"Pertama memahami berbagai kemungkinan investasi, dalam hal ini bisa bentuk emas yang lebih stabil dan kredibel sebagai bentuk investasi, jadi nilainya tetap. Paling tidak mengetahui berbagai tipe investasi," katanya.

Investasi, kata Gencar, termasuk dalam aspek yang diajarkan oleh agama untuk mengatur segala ketidakpastian di masa depan.

Sementara itu, Pemimpin Cabang Pegadaian  Ida Wahyu Prihartini mengatakan investasi paling mudah dan relatif aman ialah emas.

"Banyak untungnya jika kita berinvestasi melalui emas, mulai dari harganya relatif selalu naik meskipun bertahap dan juga banyak lembaga yang bisa menyimpan atau bahkan dengan cepat membeli emas, saat dibutuhkan," ujarnya.

Bahkan di perusahaannya, kata dia, banyak program yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berinvestasi emas.

"Mulai dari gadai hingga tabungan bisa dimanfaatkan emak-emak ini," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak agar masyarakat lebih bijak dalam memilih investasi untuk masa depan.

"Masyarakat saat ini harus mulai sadar untuk berinvestasi terutama dalam bentuk emas, untuk keuangan yang lebih baik," tuturnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Rayakan Ulang Tahun Berujung Nyawa

Saat ini polisi masih mendalami kronologi kejadian dan memburu pelaku pembacokan yang menyebabkan pelajar meninggal dunia dan satu korban lainnya terluka.

Dinilai Tak Berpihak pada Rakyat, Ketua DPRD Jatim Diminta Mundur dari Jabatannya

Pernyataan itu dilontarkan para mahasiswa saat Musyafak menemui langsung dan memberikan statment yang dirasa tidak berpihak kepada masyarakat.

Diduga Gegara Lilin, Rumah di Karanglo Probolinggo Ludes Terbakar ‎

Dalam proses pemadaman, ‎petugas damkar menerjunkan sebanyak empat armada. ‎Api kemudian berhasil dipadamkan setelah sekitar tiga puluh menit.

Menilik Magisnya Tradisi Grebeg Suro di Sidoarjo

Grebeg Suro diawali dengan ziarah ke makam para pendiri Kabupaten Sidoarjo sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh-tokoh yang telah berjasa membangun daerah.

Detik-detik Menegangkan Evakuasi Balita 3 Tahun Terkunci dalam Mobil di Mojokerto

Proses evakuasi berjalan sekitar satu jam. Balita itu kemudian berhasil dikeluarkan dari mobil setelah memanggil tukang kunci dan Damkar BPBD serta relawan.

DPRD Jatim Desak Pemprov Segera Isi Kekosongan Jabatan Kepala Dinas

Kondisi tersebut dinilai tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi mengganggu efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.