Senin, 02 Feb 2026 06:56 WIB

PDIP Surabaya Bahas Persiapan Pilkada 2024, Dihadiri Eri Cahyadi-Armuji

Foto: Rapat PDIP Surabaya
Foto: Rapat PDIP Surabaya

selalu.id - Jelang Pilkada 2024, DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya mengadakan Rapat koordinasi itu dihadiri dua kader PDI Perjuangan, Eri Cahyadi dan Armuji, pada Minggu malam (28/4/2024).

“Kita membahas persiapan teknis untuk memenangkan Pilkada Kota Surabaya tahun 2024. Persiapan dimulai dengan pendaftaran serta penjaringan calon walikota dan calon wakil walikota. Rapat dihadiri Mas Eri Cahyadi dan Mas Armuji, dua kader PDI Perjuangan yang saat ini menjabat walikota-wakil walikota Surabaya,” kata Adi Sutarwijono, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Senin (29/4/2024).

Baca Juga: Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

Rapat juga dihadiri Sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya, Baktiono, serta jajaran pengurus PDIP lainnya. Sesuai surat instruksi DPP PDI Perjuangan, pendafataran serta penjaringan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah akan dilakukan sampai akhir Mei.

“Kita kompak dan solid untuk menjalankan instruksi partai. Kita kawal Eri Cahyadi-Armuji, dua kader terbaik PDI Perjuangan di Surabaya. Kita persiapkan pemenangan Pilkada Kota Surabaya 2024,” kata Baktiono, Sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya.

Anas Karno, Kepala Badan Pemenangan Pemilu (BP Pemilu) PDI Perjuangan Kota Surabaya, memaparkan jadwal pendaftaran dan persiapan teknis pemenangan. “Awal Mei dibuka pendaftaran calon walikota dan calon wakil walikota,” kata Anas Karno.

Eri Cahyadi, yang juga Walikota Surabaya petahana atau incumbent memastikan akan mendaftar lebih awal ke Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

Baca Juga: Budi Leksono soal Pilkada Dipilih DPRD: Itu Persempit Ruang Demokrasi

“Saya dan Pak Armuji akan mendaftar di hari pertama begitu dibuka jadwalnya. Mohon doa restunya. Kita lanjutkan program-program pembangunan, sehingga memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan dan kemajuan Kota Surabaya,” kata Eri Cahyadi.

Sementara Wakil Walikota Armuji memastikan pasangan Eri Cahyadi-Armuji berjalan kompak dan solid. “Kami memastikan akan maju lagi dalam Pilkada Kota Surabaya tahun 2024,” kata Armuji.

Pasangan Eri Cahyadi-Armuji telah melakukan serangkaian kunjungan atau safari ke partai-partai politik. Keduanya menyerap berbagai gagasan untuk pembangunan Kota Surabaya. “Berbagai kunjungan itu telah dikoordinasikan dan dikomunikasikan dengan DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya,” kata Adi Surarwijono.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Tepi Sungai Tak Digunakan untuk Bangunan dan Lahan Parkir

Dikatakan, dari hasil pendaftaran calon walikota dan calon wakil walikota Surabaya di Pilkada 2024 yang akan dilakukan awal Mei, DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya akan mengusulkan kepada DPP PDI Perjuangan.

“Untuk rekomendasi adalah kewenangan DPP PDI Perjuangan. Sedang DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya bertugas untuk melakukan penjaringan melalui pendaftaran, kemudian mengusulkan ke pusat,” kata Adi.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.