Jumat, 04 Sep 2026 12:55 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi Apresiasi Kegigihan Pelaku UMKM Jahit di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 14 Apr 2024 13:44 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama pelaku UMKM jahit
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama pelaku UMKM jahit

selalu.id - Kegigihan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) jahit Sumber Mulia Barokah (SMB) mendapatkan apresiasi dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Menurutnya, kerja keras para pelaku UMKM SMB yang tergabung di dalam koperasi Benang Emas ini patut dicontoh oleh seluruh warga Surabaya.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Eri mengatakan, para penjahit itu adalah warga Surabaya yang mengubah hidupnya secara mandiri sehingga menjadi jauh lebih baik.

"Hari ini kita diinspirasi oleh penjahit Benang Emas, bagaimana tadi ada yang umur 60 tahun, tidak mau mengharapkan bantuan, kerja dulu. Kemudian ada anak muda yang tidak bisa membayar UKT, diberi beasiswa juga tidak mau, tapi meminta pekerjaan biar mendapatkan hasil, ini kan menginspirasi," kata Eri, Sabtu (13/4/2024).

Orang nomor satu di Surabaya itu pun terenyuh hatinya, sebab masih ada warganya yang tidak menggantungkan bantuan, akan tetapi lebih memilih usaha demi mengubah nasib.

Eri ingin, para penjahit yang tergabung di dalam UMKM SMB Koperasi Benang Emas itu dapat menginspirasi para anak muda di Surabaya.

"Jadi saya berharap, nanti dapat memberikan contoh kepada anak muda-muda yang selama ini mendapatkan beasiswa. Nanti saya kumpulkan anak muda-anak muda ini, kemudian saya meminta kepada Mas Ali untuk berbicara," ujar Cak Eri.

Di dalam UMKM ini bahkan juga ada single parents yang bergabung dan mampu hidup mandiri tanpa menunggu bantuan orang lain. Tak hanya itu, juga ada lansia yang tadinya tidak memiliki keahlian menjahit, kini sudah ahli dalam menjahit.

"Umur yang 60 tahun tadi tidak bisa menjahit, itu contohnya, tetapi sekarang ketika beliau mau berusaha, akhirnya beliau bisa mendapatkan penghasilan itu. Karena itu saya selalu sampaikan Kampung Madani, maka nanti saya akan kembali kepada lurah dan camat, serta RT/RW, kalau yang diusulkan sebagai keluarga miskin atau pra miskin yang kita sentuh dengan pekerjaan dia tidak mau, maka akan saya coret dari bantuannya, karena kalau tidak mau mengubah nasibnya, saya tidak akan berikan bantuan," tegas Eri.

Rencananya, setelah bulan ramadan tahun ini, Eri bakal mengumpulkan kembali lurah, camat, hingga RT/RW untuk membicarakan soal Kampung Madani. Kemudian, para penjahit Benang Emas ini, akan menjadi contoh ke depannya.

Pelaku UMKM SMB Koperasi Benang Emas ini tak hanya mendapatkan penghasilan sendiri setiap bulannya, akan tetap juga mendapatkan program Tahara (Tabungan Hari Raya) di lebaran tahun 2024. Tahara merupakan program tabungan yang dijalankan oleh Koperasi Benang Emas sebagai tabungan sekaligus THR yang dapat diambil ketika lebaran kemarin.

Di lebaran tahun ini, sebanyak 90 penjahit UMKM SMB Koperasi Benang Emas, telah berhasil mengumpulkan Tahara sebanyak Rp65 juta.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

"Kesuksesan Padat Karya ini, selain menambah penghasilan keluarga miskin (gakin), mereka juga berhasil menyisihkan sebagian penghasilannya untuk ditabung dalam program Tahara," imbuhnya.

Di samping itu, ada Aliansah yang berhasil mengubah hidupnya bahkan bisa melanjutkan kuliah dengan hasil kerja kerasnya selama bergabung di UMKM SMB. Mahasiswa semester lima program studi Tasawuf dan Psikoterapi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya ini mengaku, tak ingin meminta kepada orang lain sebelum berusaha.

Bahkan dia tak ingin meminta bantuan beasiswa dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, hanya untuk membayar uang kuliah tunggal (UKT).

"Kata Pak Eri, kita itu janganlah sampai meminta, misal beasiswa dari pemkot atau yang lain. Tapi, selagi kita masih mampu untuk bekerja ya kita lakukan," kata Ali, sapaan akrabnya.

Ali yakin, anak-anak muda Surabaya bisa bangkit dan mandiri tanpa mengharapkan bantuan orang lain atau pemerintah ketika ingin mengubah nasib hidupnya.

"Rek, mumpung masih muda, dibanyakin pengalamannya semua dicoba. Seberapa pun cobaan yang datang, bakal ada rasa nikmat yang akan datang," ucap Ali.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Di samping Ali, ada Istiqomah yang kini nasib lebih baik daripada sebelumnya ketika ia berjualan gorengan keliling. Perempuan 44 tahun itu mengaku, kini hidupnya semakin baik hingga terbebas dari status gakin setelah ikut bekerja sebagai penjahit di UMKM SMB Koperasi Benang Emas.

Tak hanya terbebas dari status sebagai gakin, bahkan Istiqomah saat ini juga sudah terbebas dari utang sebanyak Rp20 juta yang sempat melilitnya beberapa tahun lalu.

"Terima kasih kepada Pak Wali, telah mendorong UMKM, supaya kita tidak tangan di bawah, kita tanganya di atas. Tidak meminta terus, dan kita bisa berkarya dan bekerja tanpa meminta bantuan," ujarnya.

Selain itu, juga ada Muslimah Nuraini, yang kini hidupnya jauh lebih baik, bahkan kini bisa membiayai kuliah anaknya. Perempuan 60 tahun itu mengaku, sebelumnya ia hanya sebagai penjual kue donat keliling dan tidak memiliki keahlian menjahit. Setelah ikut UMKM SMB Koperasi Benang Emas, ia mendapatkan pelatihan hingga sekolah khusus menjahit.

Kini, nasibnya mulai berubah, yang dahulu statusnya tercatat sebagai keluarga miskin, kini telah bangkit hingga akhirnya terbebas dari kemiskinan.

"Dulu jualan donat sehari hanya dapat Rp20.000 ribu, itu kalau habis semua, kadang kalau nggak habis ya rugi. Kalau ikut menjahitkan nggak ada rugi dan modal, hanya modal tenaga," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.

Cerita Pemuda Lamongan Sulap Kamar di Sambikerep Surabaya jadi Gudang Transit Sabu

Kini, langkah BN terhenti. Pemuda Lamongan itu harus menukar kamar kontrakannya di Sambikerep dengan dinginnya sel tahanan Polrestabes Surabaya.

Taman Dayu Rayakan Anniversary Lewat Turnamen Golf Bernuansa Bali

General Manager Taman Dayu Golf Club & Resort Brendan Sentosa mengatakan perayaan anniversary ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada komunitas.

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.