Minggu, 06 Sep 2026 04:55 WIB

Mensos Risma Bantu 2 Keluarga Yatim dan Piatu di Kabupaten Sinjai

  • Penulis : Redaksi
  • | Selasa, 02 Apr 2024 18:31 WIB
Foto: Mensos Risma kunjungi keluarga yatim dan piatu di Sinjai
Foto: Mensos Risma kunjungi keluarga yatim dan piatu di Sinjai

selalu.id - Lima bersaudara yatim asal Desa Gunung Perak, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai diketahui hidup dalam kondisi prasejahtera.

Terkait hal itu, Mensos Risma bergegas menemui kelima bersaudara tersebut, Senin (1/4). Di dalam rumah berdinding kayu dan beratap seng yang mereka huni, Mensos pun berdialog dengan lima bersaudara tersebut dan mengajak mereka ke Makassar agar bisa hidup dengan lebih baik.

"Kamu mau ikut saya ke Makassar ya? Kakak (Nadia) kerja di tempat saya. Nanti adik-adik pindah sekolah ya? Di sana banyak teman, bisa belajar apa saja," ajak Mensos trenyuh melihat kondisi mereka.

Lima bersaudara yatim tersebut tinggal bersama nenek mereka yang sudah sakit-sakitan. Kakak pertama mereka, Nadia (20) merantau di Makassar sebagai penjaga toko sedangkan ibu mereka saat ini bekerja di Kalimantan dan telah memiliki keluarga baru. Nadia dan ibu mereka kerap mengirimkan hasil kerjanya. Akan tetapi kadang uang kiriman tersebut tidak mencukupi karena pekerjaan Nadia pun tidak menentu.

Awalnya, Nadia dan adik-adiknya sempat ragu mendengar tawaran Mensos Risma. Tapi Mensos tetap menyemangati anak-anak tersebut supaya mereka bisa sukses nantinya.

"Saat ibu seusia kamu, ibu tinggal dengan banyak anak yatim. Kini mereka ada yang jadi dokter, jadi kepala dinas PU, kepala kantor agama. Jadi bisa. Tidak  ada yang  ga bisa. Dah, ayo bisa ya, harus semangat," ujar Mensos membujuk saudara-saudara Nadia agar bersedia bersekolah di Makassar.

Rika, anak kedua sempat menitikkan  air mata haru saat Mensos menyemangatinya dan meyakinkannya bahwa dia pun bisa sukses.

Tak hanya Nadia dan keempat saudaranya, Mensos juga menemui Ardi (23) dan Rezky (13). Kakak-beradik ini hidup sebatang kara di Desa Saotengah, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai setelah ibu mereka meninggal 6 tahun lalu dan ayah mereka meninggal 4 bulan lalu. Agar bisa menemui mereka, Mensos menempuh jalanan curam berbatu kerikil sejauh 2 kilometer.

Menemui kakak-beradik yatim piatu itu di rumah mereka yang hanya beralaskan tanah, berdinding dan beratap seng, Mensos juga membujuk Ardi agar mau bekerja di balai Kemensos yang ada di Makassar dan akan menanggung biaya hidupnya. Mensos berharap Ardi bersedia bekerja di sana agar nantinya gaji yang diterimanya akan bisa dipergunakan untuk merenovasi rumah mereka.

Akan tetapi, bujukan Mensos tidak langsung diterima oleh Ardi. Pria yang bekerja sebagai buruh pengangkut gabah itu takut akan tinggal jauh dari adiknya. Mensos pun meyakinkan keduanya akan dibawa ke Makkasar, terlebih lagi Rezky yang belum pernah merasakan bangku sekolah formal.

Rezky pun awalnya takut dan ragu untuk menerima tawaran Mensos Risma. Dengan bantuan pihak desa, akhirnya Rezky pun setuju untuk turut serta ke Makassar juga.

Mendengar persetujuan Rezky, Mensos pun akhirnya tersenyum lega.

"Saya nggak bisa tidur kalau mereka masih tinggal di sini, kepikiran," ungkap Mensos tulus.

Baca Juga: Tasyakuran HUT Ke-52, SIER Tegaskan Komitmen Naik Kelas dan Berkelanjutan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.