Rabu, 21 Okt 2026 10:28 WIB

Mensos Risma Bantu 2 Keluarga Yatim dan Piatu di Kabupaten Sinjai

  • Penulis : Redaksi
  • | Selasa, 02 Apr 2024 18:31 WIB
Foto: Mensos Risma kunjungi keluarga yatim dan piatu di Sinjai
Foto: Mensos Risma kunjungi keluarga yatim dan piatu di Sinjai

selalu.id - Lima bersaudara yatim asal Desa Gunung Perak, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai diketahui hidup dalam kondisi prasejahtera.

Terkait hal itu, Mensos Risma bergegas menemui kelima bersaudara tersebut, Senin (1/4). Di dalam rumah berdinding kayu dan beratap seng yang mereka huni, Mensos pun berdialog dengan lima bersaudara tersebut dan mengajak mereka ke Makassar agar bisa hidup dengan lebih baik.

"Kamu mau ikut saya ke Makassar ya? Kakak (Nadia) kerja di tempat saya. Nanti adik-adik pindah sekolah ya? Di sana banyak teman, bisa belajar apa saja," ajak Mensos trenyuh melihat kondisi mereka.

Lima bersaudara yatim tersebut tinggal bersama nenek mereka yang sudah sakit-sakitan. Kakak pertama mereka, Nadia (20) merantau di Makassar sebagai penjaga toko sedangkan ibu mereka saat ini bekerja di Kalimantan dan telah memiliki keluarga baru. Nadia dan ibu mereka kerap mengirimkan hasil kerjanya. Akan tetapi kadang uang kiriman tersebut tidak mencukupi karena pekerjaan Nadia pun tidak menentu.

Awalnya, Nadia dan adik-adiknya sempat ragu mendengar tawaran Mensos Risma. Tapi Mensos tetap menyemangati anak-anak tersebut supaya mereka bisa sukses nantinya.

"Saat ibu seusia kamu, ibu tinggal dengan banyak anak yatim. Kini mereka ada yang jadi dokter, jadi kepala dinas PU, kepala kantor agama. Jadi bisa. Tidak  ada yang  ga bisa. Dah, ayo bisa ya, harus semangat," ujar Mensos membujuk saudara-saudara Nadia agar bersedia bersekolah di Makassar.

Rika, anak kedua sempat menitikkan  air mata haru saat Mensos menyemangatinya dan meyakinkannya bahwa dia pun bisa sukses.

Tak hanya Nadia dan keempat saudaranya, Mensos juga menemui Ardi (23) dan Rezky (13). Kakak-beradik ini hidup sebatang kara di Desa Saotengah, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai setelah ibu mereka meninggal 6 tahun lalu dan ayah mereka meninggal 4 bulan lalu. Agar bisa menemui mereka, Mensos menempuh jalanan curam berbatu kerikil sejauh 2 kilometer.

Menemui kakak-beradik yatim piatu itu di rumah mereka yang hanya beralaskan tanah, berdinding dan beratap seng, Mensos juga membujuk Ardi agar mau bekerja di balai Kemensos yang ada di Makassar dan akan menanggung biaya hidupnya. Mensos berharap Ardi bersedia bekerja di sana agar nantinya gaji yang diterimanya akan bisa dipergunakan untuk merenovasi rumah mereka.

Akan tetapi, bujukan Mensos tidak langsung diterima oleh Ardi. Pria yang bekerja sebagai buruh pengangkut gabah itu takut akan tinggal jauh dari adiknya. Mensos pun meyakinkan keduanya akan dibawa ke Makkasar, terlebih lagi Rezky yang belum pernah merasakan bangku sekolah formal.

Rezky pun awalnya takut dan ragu untuk menerima tawaran Mensos Risma. Dengan bantuan pihak desa, akhirnya Rezky pun setuju untuk turut serta ke Makassar juga.

Mendengar persetujuan Rezky, Mensos pun akhirnya tersenyum lega.

"Saya nggak bisa tidur kalau mereka masih tinggal di sini, kepikiran," ungkap Mensos tulus.

Baca Juga: 1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Editor : Ading
Berita Terbaru

PSG Hajar Barcelona 4-2, Anak Asuh Luis Enrique Kunci Puncak Klasemen Liga Champions

Hasil ini membuat juara bertahan menyapu bersih 3 laga awal dengan poin sempurna.

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Doa Lintas Agama Digelar di Sidoarjo

Istigasah dipimpin KH Rofiq Siradj.

Top 5 Berita: Pabrik Kosmetik Ilegal Digerebek hingga Rapat Kerja Pusat

Pembaca tertarik pemberitaan penggerebekan pabrik kosmetik ilegal hingga pendidikan.

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.