Sabtu, 06 Jun 2026 05:42 WIB

Alumni PMII: NU Butuh Pemimpin yang Visioner dan Berjaringan Mancanegara

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 17 Des 2021 17:41 WIB
Rahmat Hidayat Pulungan
Rahmat Hidayat Pulungan

Surabaya (selalu.id) - Kurang dari sepekan Nahdlatul Ulama akan menggelar Muktamar ke-34 di Ponpes Darussa'adah, Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Salah satu agenda utama dari Muktamar NU adalah pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum Tanfidz Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Kader muda NU, Rahmat Hidayat Pulungan (RHP) mengungkapkan, NU sebagai ormas Islam terbesar di nusantara, bahkan dunia punya peran strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Terlebih menjelang satu abad usia NU. Ia menyebut fase NU Baru dalam Masyarakat yang Baru.

Baca Juga: Ahmad Jauhar Fikri, Kandidat Termuda Penantang Nama Besar di Bursa Ketua DPC PKB Lamongan

"Karena itu, NU butuh seorang pemimpin yang visioner dan punya jaringan luas hingga mancanegara. Figur pemimpin yang bisa memanfaatkan potensi sumberdaya di NU menjadi sebuah kekuatan besar. Dengan demikian NU tak hanya besar dari segi massa tapi juga berdaya secara ekonomi, sosial dan politik," tutur pria yang akrab disapa Ucok itu, saat dikonfirmasi, Jumat (17/12/2021).

Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini mengungkapkan, meski besar dari segi massa. Namun, di berbagai bidang NU masih tertinggal dengan ormas lain. Baik itu di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga dakwah yang menjadi peran utama NU.

Ucok menguraikan, di bidang pendidikan, NU memiliki 7.462 sekolah yang terdiri dari SD, SMP, SMK dan SMA. Tapi tidak ada yang masuk rangking 100 besar nasional. Bahkan ada lebih dari 40 kampus yang berada di bawah naungan NU, tapi juga tidak ada yang masuk rangking 100 besar nasional.

Baca Juga: ‎Fun Walk Harlah Ansor-Fatayat NU, Ribuan Warga Padati Alun-alun Kraksaan Probolinggo

Ia melanjutkan, di bidang kesehatan ada lebih 43 rumah sakit di bawah naungan NU, tapi tidak termasuk rumah sakit dengan kategori fasilitas dengan layanan kesehatan lengkap. Sedangkan di bidang ekonomi, sekitar 59,7 persen orang muslim kelas menengah dekat dengan NU, tapi mayoritas orang muslim Indonesia yang miskin juga berasal dari NU.

"Di bidang sumber daya manusia pun, cendekiawan yang dilahirkan dari NU di bidang itu-itu saja. Ini menjadi PR besar bagi ketua umum ke depan," ujar kandidat Doktor dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tersebut.

Rahmat juga menyinggung digitalisasi yang sangat deras. Masyarakat semakin mudah mendapatkan akses informasi lewat telepon pintar yang ada dalam genggaman. Karena itu, ia berharap NU juga harus beradaptasi dengan perkembangan digitalisasi yang semakin deras, termasuk dalam berdakwah.

Baca Juga: Halal Bihalal di Tengah Suksesi Pengurus PCNU Jember, Nama Gus Sikin Menguat

Ia menilai dari data yang ada, sebenarnya Media NU atau yang dikelola oleh NU sudah sangat bagus, sudah kuat, tapi minim tokoh. Karena itu, NU perlu memproduksi tokoh-tokoh yang dapat menyebarkan Islam Rahmatan lil alamin serta progresif.

"Jumlah pengikut ulama NU di youtube dan Instagram masih kalah dengan ulama di luar NU. Untungnya, masih ada sosok Gus Miftah, KH. Anwar Zahid, Gus Muwafiq dan Gus Baha yang memiliki pengikut cukup besar di media sosial. Saya kira ke depan harus ada perbaikan, karena medan dakwah sudah berkembang tidak hanya di masjid dan madrasah tapi juga di media sosial," pungkasnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.