Kamis, 03 Sep 2026 15:30 WIB

Pemprov Kalteng Lirik Strategi Pengendalian Inflasi di Jawa Timur

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menerima kunjungan kerja Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menerima kunjungan kerja Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo

selalu.id - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menerima kunjungan kerja Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo beserta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Tengah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Dalam kunjungannya kali ini, TPID Kalteng ingin mempelajari upaya pengendalian inflasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim sesuai dengan target yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan RI No. 101/PMK.010/2021 yakni sebesar 2,5 ± 1 persen pada tahun 2024.

Baca Juga: Fraksi PDIP Semprit Pemprov Jatim Soal P-APBD 2026: Tambahan Belanja Rp2,64 Triliun Jangan Cuma jadi SiLPA!

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), capaian inflasi Jatim pada Januari 2024 sebesar 2,4 persen (y-o-y). Sedangkan Kalteng di bulan yang sama mengalami inflasi sebesar 3,40 persen (y-o-y).

Pj. Gubernur Adhy mengatakan, angka inflasi di Jawa Timur mencapai 2,4 persen. Tak hanya itu saja, realisasi investasi baik itu Penanaman Modal Asing (PMA) juga meningkat signifikan.

"Capaian inflasi kita sesuai sasaran yakni 2,4 persen. Ini semua berkat kerja keras semua pihak terutama TPID Jatim," ujarnya kepada selalu.id, Jumat (24/2/2024).

Capaian inflasi ini, lanjut Pj. Gubernur Adhy, tidak terlepas pula dengan penerapan strategi 4K. Antara lain, Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

"Strategi tersebut diimplementasikan dengan menggelar operasi pasar, gerakan ketahanan pangan, memantau stok ketersediaan bahan pangan, dan rutin berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," jelasnya.

Hingga 11 Februari 2024, Pemprov Jatim tercatat telah menggelar 15 kali operasi pasar murah dan zakat produktif di berbagai daerah untuk memastikan keterjangkauan harga di masyarakat. Selain itu, beberapa waktu lalu Pj. Gubernur Adhy juga memastikan ketersediaan bahan pokok aman saat meninjau langsung stok beras di Gudang Bulog Banjar Kemantren, Sidoarjo.

Baca Juga: Transisi Energi yang Tetap Menjaga Daya Saing Industri

"Alhamdulillah Jawa Timur merupakan lumbung pangan nasional sejak tahun 2020. Produksi padi, ternak sapi perah, dan ternak ayam petelur peringkat 1 nasional. Begitu pula dengan sapi potong, Jatim menjadi sentra sapi potong nasional. Dan selama ini kita juga mensuplai provinsi lain," ungkapnya.

Saat ini beras menjadi salah satu penyumbang angka inflasi di banyak daerah di Indonesia. Namun di Jawa Timur, Pj Gubernur Adhy menegaskan bahwa saat ini stok beras di Jatim mencapai 135 ribu ton dan aman hingga 6 bulan ke depan.

Adhy optimistis bahwa stok beras ke depannya akan bertambah. Kemudian harganya dapat ditekan, terutama harga gabah di tingkat petani. Diketahui,b harga Gabah Kering Giling (GKG) di Jatim mencapai Rp7.000 per kg, namun harga beras medium dan premium di Jatim lebih rendah dibanding daerah lainnya.

"Kita juga akan memasuki masa panen raya di bulan Maret-April. Memang yang sulit dikendalikan harganya saat ini ialah cabai rawit dan cabai besar karena berkaitan pula dengan masa panennya," ungkapnya.

Baca Juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

Pj Gubernur Adhy juga membuka kesempatan bagi Pemprov Kalteng untuk bekerja sama memasok bahan pangan dari Jatim. Terutama terkait komoditas yang menjadi penyumbang inflasi di Kalteng yakni daging ayam.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo menyampaikan bahwa Kalteng saat ini masuk dalam 10 besar provinsi dengan inflasi tertinggi. Bahkan beberapa waktu lalu sempat menduduki peringkat dua. Hal inilah yang mendorong TPID Kalteng tergerak mempelajari langkah-langkah strategis pengendalian inflasi di Jatim.

"Selain itu, selama ini Kalteng juga bergantung pada daerah lain termasuk Jawa Timur untuk memasok kebutuhan bahan pangan seperti beras, daging ternak, bawang, dan lain sebagainya," ujarnya.

Oleh karena itu, dengan kunjungan ini Edy tak hanya berharap bisa mempelajari langkah strategis pengendalian inflasi namun juga membuka jalan kerja sama dengan Pemprov Jatim yang lebih intensif lagi untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan masyarakat Kalteng.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.