Kamis, 05 Nov 2026 12:01 WIB

Pastikan Perjalanan Nataru Aman, Awak Kereta Api Daop 8 Jalani Tes Narkoba

Tes narkoba awak kereta api daop 8
Tes narkoba awak kereta api daop 8

selalu.id - Dalam mempersiapkan SDM KAI yang kompeten, handal, serta bertanggungjawab, KAI Daop 8 Surabaya bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya melaksanakan kegiatan tes narkoba secara acak kepada jajaran Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) dan pekerja Operasional KAI Daop 8 Surabaya, pada Selasa (19/12) kemarin.

Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengatakan, pemeriksaan tes narkoba ini dilaksanakan di ruang Argo Wilis Stasiun Surabaya Gubeng yang diikuti 50 pekerja baik itu ASP yang terdiri dari Masinis, Asisten Masinis, Kondektur, Teknisi Kereta Api, Polsuska dan para pekerja pada bagian operasional.

Selain itu, pemeriksaan narkoba ini juga dilakukan secara acak ke lokasi-lokasi di wilayah Daop 8 Surabaya. Semisal di pintu perlintasan KA, UPT perawatan prasarana KA serta stasiun. KAI Daop 8 Surabaya bersama BNN Kota Surabaya melakukan cek Narkotika secara acak kepada pekerja KAI diantaranya ASP dan juga bagian operasional perjalanan kereta api lainnya.

"Dengan dilakukannya pemeriksaan tes narkoba ini, dapat meyakinkan bahwa petugas yang berdinas betul-betul dalam kondisi sehat sebagai garda terdepan perusahaan yang melayani pelanggan secara langsung, dan perjalanan KA berjalan dengan selamat, aman, dan nyaman bagi para pelanggan KAI," kata Luqman dalam siaran tertulisnya, Rabu (20/12/2023).

Pemeriksaan tes narkoba dilakukan diluar pemeriksaan rutin yang dilakukan kepada ASP saat akan melaksanakan dinas. Hal ini dilakukan guna memberikan jaminan keamanan dan keselamatan perjalanan KA kepada para pelanggan KA, utamanya untuk menyambut Angkutan Nataru 2023/24.

"Pemeriksaan lebih dalam akan dilakukan apabila terdapat petugas yang dinyatakan positif pada pemeriksaan ini," tambahnya.

Pemeriksaan ini dilakukan secara rahasia tidak ada pemberitahuan sebelumnya juga secara acak kepada pekerja. Dalam tes narkoba ini, BNN menggunakan alat tes urine dengan 6 parameter untuk mengetahui kandungan Amphetamine (AMP), Morphine/Opiate (MOP), Mariyuana (THC), Cocaine (COC) Methamphetamine (MET) dan Benzoidazepine (BZD).

“Kegiatan ini dilakukan guna memastikan lingkungan PT KAI khsusunya para pekerja yang bertugas sebagai ASP dalam kondisi yang sehat dan baik, serta bebas dari penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan obat terlarang (NAPZA), dan juga Hal ini juga dalam rangka penanggulangan penggunaan narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (NAPZA) di lingkungan Daop 8 Surabaya," pungkas Luqman.

Baca Juga: KAI Tegaskan Shelter di Sidoarjo yang Diduga jadi Tempat Asusila Itu Bukan Asetnya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sindikat Scamming Internasional Dibongkar di Mojokerto, 23 WNA Diimingi Gaji 1000 US Dolar

Polsek Trawas lalu mengamankan dan berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Mojokerto.

Empat Pelamar Dishub Surabaya Diduga Kena Pungli, DPRD Desak Usut Jaringan Calo

Kasus tersebut mencuat setelah empat pelamar kerja kontrak diduga dimintai uang masing-masing Rp20 juta.

Pengelola Pasar Tanjungsari Surabaya Mengaku Dapat Ancaman Jika Tak Teken Surat Operasional

Dugaan tekanan tersebut mengarah kepada Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Gakda) Satpol PP Surabaya berinisial RZL.

Tanda-tanda HP Disadap, Kenali 5 Ciri Ini dan Cara Mengatasinya Sebelum Data Bocor

Aksi peretasan ini tak hanya merampas privasi, namun berujung fatal pada pencurian data sensitif, seperti akun media sosial hingga kredensial perbankan.

Reaksi Presiden Prabowo saat Tahu Disadap Listyo Sigit Cs

Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa tindakan penyadapan semacam ini sangat mengkhawatirkan dan menjadi ancaman serius bagi kepentingan nasional.

Sukses Tekan Kasus Penyakit Menular, Wali Kota Mojokerto Ning Ita Sabet ATM Award 2026

Ning Ita menyebut capaian ini tidak lepas dari kerja bareng lintas sektor. Deteksi dini, kemudahan akses layanan, dan dukungan anggaran jadi fondasi utama.