Selasa, 20 Okt 2026 18:47 WIB

Soroti Keanehan Politik Indonesia, Mantan Peneliti LIPI Usulkan Sanksi Bagi Pembelot Partai

Mantan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof. Ikrar Nusa Bhakti
Mantan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof. Ikrar Nusa Bhakti

selalu.id - Mantan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof. Ikrar Nusa Bhakti, menyoroti etika dalam berpolitik saat ini karena di negara demokrasi tidak pernah ditemukan lawan politik akhirnya menjadi koalisi.

"Ketika saat ini, situasinya menjadi suatu yang aneh, jika dulu yang menjadi lawan tanding dan berbeda partai politik menjadi koalisi. Tidak ada di dunia peristiwa seperti ini, baik di Amerika Serikat maupun Australia," ujar Ikrar di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Kamis (23/11/2023).

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti U-Ditch Tak Kunjung Terealisasi di Lontar

Ikrar mengusulkan agar ke depannya ada undang-undang yang mengatur ikatan politik, sehingga akan ada sanksi jika seseorang yang memiliki jabatan kemudian membelot dari partainya. 

"Makanya saya mengusulkan adanya UU pemilu agar ikatan politik seorang calon yang didukung partai dan kemudian membelot harus ada sanksi,"lanjutnya.

Dia menyebut sama halnya dengan permasalahan PDI Perjuangan saat ini. Ikatan politik dan janji politik partai dengan presiden ini sangat kuat. Tetapi tidak bisa ada sanksi politik yang sudah tertulis.

Baca Juga: Jawaban Santai Wapres Gibran soal Putusan MK dalam Kasus Ijazah

"Tidak sedikit generasi muda di partai Golkar, PAN, Gerindra yang lebih berdarah-darah berjuang untuk partainya. Mereka harus menerima kenyataan harus menerima anak presiden sebagai calon wakil presiden. Dan ini bisa membuat pemilih muda di kalangan ini," ujarnya.

Pakar politik itu mengungkapkan pemilihan umum itu merupakan kesempatan seluruh rakyat untuk memilih calon pasangan yang dianggap terbaik memimpin negara di waktu yang telah ditentukan.

Baca Juga: Gerindra Jatim Siapkan Sanksi Pemecatan hingga PAW Bagi Kadernya yang Pesta Sabu di Surabaya

Ikrar melihat kesadaran politik mahasiswa saat ini sangat tinggi. Apalagi dalam pemilu 2024, satu suara sangat menentukan apakah politik dinasti atau demokrasi yang akan menang.

"Kalau di usia muda saja dia sudah apolitis bagaimana mereka akan menjadi generasi selanjutnya," ujarnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemuda Bawa Truk Tronton Tabrak Tiang PJU di Balongbendo Sidoarjo

Atas kejadian ini, korban mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara truknya yang terguling dievakuasi petugas.

Raker Pusat Studi UMSIDA: Buka Peluang Kolaborasi Global

Sebanyak 12 pusat studi dan satu Lembaga Pusat Unggulan (PUI) terlibat dalam pertemuan ini untuk menyusun program yang fokus pada luaran dan dampak nyata bagi m

Truk Boks Tabrak Trailer di Krembangan Surabaya, Begini Kondisi Korban

Saat ini, Unit Gakkum Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya masih melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab kecelakaan tersebut.

Polda Jatim Gelar Donor Darah Sambut HUT ke-75 Humas Polri, 100 Kantong Terkumpul

Aksi kemanusiaan yang mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat, Menjaga Reputasi Polri” ini diikuti personel Polri, insan pers, hingga masyarakat umum.

Pemkot Surabaya Perketat Penjualan Minol, Pembeli Wajib Tunjukkan Identitas

Jam operasional distributor dan subdistributor dibatasi hingga pukul 22.00 WIB.

Finalis Cak Surabaya Ditangkap Polisi, Wali Kota Eri: Gelar Akan Kita Cabut

Menurut Eri, pemegang gelar Cak dan Ning Surabaya memiliki tanggung jawab membawa nama Kota Surabaya.