Selasa, 21 Jul 2026 22:38 WIB

Ratusan Mahasiswa IMM Kutuk Kekejaman Israel, Konjen AS di Surabaya Bergaung Teriakan Free Palestine!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 07 Nov 2023 13:58 WIB
Aksi demo IMM di depan kantor Konsulat Jendral AS di Surabaya
Aksi demo IMM di depan kantor Konsulat Jendral AS di Surabaya

selalu.id - Ratusan massa yang mengatas namakan Dewan Perwakilan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Timur menggelar aksi demo mengutuk kekejaman Israel yang melakukan genosida terhadap warga sipil Palestina, di kawasan kantor Konsulat Jendral Amerika Serikat (Consulate General Of The United States) Surabaya hari ini, Selasa (7/10/2023).

Pantusan selalu.id, ratusan massa itu tiba ke lokasi sekitar 12.15 WIB. Tampak mereka melakukan aksi demo di jalanan  menuju kantor Konjen Amerika Serikat.

"Free Palestine! Free Palestinea! Free Palestine! Allahuakbar! Allahuakbar!" teriak ratusan massa aksi.

Korlap DPD IMM Jatim Ali Mustain menyatakan tuntutan mereka, salah satunya  mengecam segala bentuk penyerangan yang dilakukan oleh tentara zionis Israel terhadap masyarakat sipil yang ada di Palestina.



"Melakukan konsolidasi dan aksi perlawanan terhadap penjajahan Israel kepada Palestina. Menegaskan bahwa Amerika Serikat merupakan antek-antek teroris dan zionis Israel yang telah melakukan penyerangan dan pembunuhan terhadap masyarakat sipil di jalur Gaza," tegas Ali, kepada selalui, saat lakukan aksi.

Baca Juga: Gabungan Ormas Madura Tuntut Pemprov Keluarkan Pergub Boikot Israel



Kemudian, Ali menyampaikan pihaknya juga mengecam dan mengutuk keras keterlibatan Amerika Serikat (AS) dalam serangan Israel terhdap rakyat Palestina.

"Kita boikot segala bentuk produk yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan Amerika Serikat," ucapnya.

Baca Juga: Luapkan Kemarahan, Mahasiswa Robek Bendera Israel di Depan Kantor Konjen AS



Tak hanya itu, ratusan nassa juga engusir Duta Besar Amerika Serikat (AS) dari Indonesia yang telah menjadi sekutu dan memberikan bantuan militer terhadap Zionis Israel.

"Hari ini kita yang tergabung bersama mahasiswa IMM dan mahasiswa Muhammadiyah seluruhnya di Jatin berkumpul di Surabaya dalam rangka menyampaikan aspirasi bela Palestina. Kita berpikir dengan apa yang menjadi keganasan dan penghancuran rumah dan bangsa Palestina. Membunuh anak yang tidak berdosa, orang tua dan anak,"vtambahnya.

Lebih lanjut Ali menyampaikan, alasan massa aksi melakukan demo di depan Konjen AS adalah karena Amerika memberikan kekuatan militer terhadap israel.

"Amerika memberikan sumbangsih untuk menguatkan kekuatan militer Israel dalam penjajahan terhadap Palestina. Kita mengecam keras dan mengutuk keras. Kita mengusir kedutaan besar Amerika yang ada di Indonesia," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.