Kamis, 22 Okt 2026 20:10 WIB

Euforia Piala Dunia U-17 di Surabaya, 31 Tim Bertanding di Turnamen Sepak Bola antar Kecamatan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 24 Okt 2023 09:37 WIB
Turnamen Sepak Bola antar Kecamatan
Turnamen Sepak Bola antar Kecamatan

selalu.id - Menyambut Piala Dunia yang akan diseleggarakan pada November mendatang, Pemerintah Kota Surabaya mengadakan Turnamen Sepak Bola antar Kecamatan sebagai bentuk penyemarak dan euforia, yang digelar pada 23-30 Oktober 2023 di Lapangan Sepak Bola Jambangan dan Lapangan Sepak Bola Mulyorejo Kota Surabaya.

Untuk itu, sebanyak 31 tim dinyatakan lolos setelah berhasil melewati pertandingan antar kelurahan, kini mulai bertanding dalam gelaran Turnamen Sepak Bola antar Kecamatan pada sejak, Senin (23/10/2023) kemarin.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan bahwa para peserta yang dinyatakan lolos saat laga Turnamen Sepak Bola antar Kelurahan atau antar kampung (tarkam) akan bertanding mewakili masing-masing kecamatan.

“Pertandingan ini bersifat persahabatan dengan harapan bisa menggaungkan spirit dan menginspirasi pelajar bahwa Surabaya. Lomba antar kampung mulai dari tingkat kelurahan kemarin, sekarang ini adalah tingkat kecamatan, kita harapkan ini menjadi tempat bermunculnya pemain sepak bola dari Surabaya,” kata Wiwiek.

Baca Juga: Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

Sedangkan untuk ketentuan pemain, Wiwiek mengaku tidak jauh berbeda saat Turnamen Sepak Bola antar Kelurahan kemarin. Pada Turnamen Sepak Bola antar Kecamatan, jumlah pemain yang harus disiapkan setiap kecamatan maksimal berjumlah 22 orang, dengan minimal 18 orang, serta 2 pelatih dengan lamanya pertandingan 25x2 menit.

“Pemain juga harus mendapatkan surat rekomendasi dari kecamatan berdasarkan KK dan ijazah terakhir di fotocopy, serta dibawa oleh official kecamatan pada saat pertandingan berlangsung, dan tidak diperkenankan menggunakan surat domisili. Peraturan lainnya, para pemain dan officialnya diwajibkan datang 30 menit sebelum pertandingan,” terangnya.

Baca Juga: Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Ia menjelaskan, melalui Turnamen Sepak Bola antar Kecamatan, pemkot ingin memunculkan bibit-bibit baru dalam bidang sepak bola. Apalagi, Kota Surabaya ditunjuk menjadi salah satu venue dalam perhelatan Piala Dunia U-17 di Indonesia.

“Lewat kegiatan juga dilakukan talent scouting (pencarian bakat) untuk melihat talenta anak-anak agar bisa dikembangkan. Dari kampung-kampung inilah kita berharap bermunculan pemain-pemain baru dalam bidang sepak bola,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.

Kabar Gembira, Jalan Rusak di Pace-Tanhunganom Nganjuk Segera Diperbaiki

Perbaikan jalan ini tak sekedar untuk akses kendaraan, namun juga mampu melejitkan denyut perekonomian warga di sekitar jalur Pace-Tanjunganom, Nganjuk

IMM Jember Gelar Aksi Demo, Desak Pemerintah Serius Benahi 7 Persoalan Pendidikan

Mereka memberikan waktu satu minggu dan mengancam bakal menggelar aksi demonstrasi jilid II apabila tuntutan tidak ditindaklanjuti dengan langkah konkret.

Momen Pesawat Tempur TNI AU Mendarat di Tol Pasuruan-Probolinggo

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengujian kesiapan operasional TNI AU dalam memanfaatkan infrastruktur jalan tol untuk mendukung operasi udara.

Demo di Grahadi Surabaya, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dari Jabatannya

Sambil melakukan orasi secara bergantian, gema teriakan "revolusi" terus disuarakan sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.